Selasa, 19 Mei 2015

Wisata ke Sam Poo Kong

Hai...haiiiiii...

Tema blog kali ini adalah wisata...soalnya kemaren abis liburan panjang...trus temen-temen satu angkatan S2 pengen jalan2 di Semarang...
Ada beberapa tempat yang kami kunjungi seperti Sam Poo Kong, Tugu Muda, Lawang Sewu, pasar minggu pagi di deket Kalibanteng, simpang lima dan yang terakhir adalah vihara Watugong.

Sayangnya saat jalan-jalan di Tugu Muda, Lawang Sewu, Simpang lima dan pasar minggu pagi di deket Kalibanteng saya nggak foto-foto...maklum pemandangan yang saya lihat sehari-hari sih...wkwkwk...
Tapi mungkin kalau sempat saya pengen posting soal pasar minggu paginya juga...buat yang suka belanja...hihihi...ditunggu ajah yaaaaa...

Berhubung waktu itu jalan-jalannya sore-sore dan di hari libur pula, jadi Sam Poo Kong penuh dengan turis2. Sebelum masuk kita harus membayar biaya tiket sebesar 3 rb untuk turis lokal dan 10rb untuk turis asing. Sedangkan yang berkunjung untuk berdoa/sembahyang tidak perlu membeli tiket. Berhubung saya nggak sembahyang di klentengnya jadi saya nggak tau apakah waktu sembahyang dimintai biaya lagi sehingga dibebaskan uang tiket masuk atau memang dibebaskan tanpa diminta biaya apapun.

Saat pertama kali masuk, di sisi kanan akan ada toko yang menjual makanan dan minuman, pernak pernik dan tempat pendaftaran bagi yang ingin berfoto dengan kostum. Karena antriannya panjang, kami tidak jadi mendekat ke tempat pendaftaran. Di sisi kiri ada mushola dan toilet. kemudian ada jajaran kursi-kursi dibawah pohon rindang bagi yang ingin beristirahat dari teriknya panas matahari.

Setelah kursi-kursi tempat istirahat, kita akan menemui bangunan pertama yang paling dekat. Ini fotonya


Tampak samping begitu masuk


Tampak depan

Di depan bangunan tersebut, merupakan lapangan yang memisahkannya dengan deretan bangunan lain di hadapannya.






Kemudian semakin ke belakang ada gerbang dan patung.
 (kayaknya foto yang ini mirrored deh...alias kebalik kanan kirinya...hehehe)



Secara keseluruhan sih, wisata kali ini biasa saja...kecuali bangunannya yang indah, saya rasa tidak terlalu istimewa...mungkin karena di beberapa bagian di tulis tanda dilarang masuk. Adanya tanda ini mungkin juga dipicu karena banyaknya wisatawan yang datang dan tentunya dapat menyebabkan tempat ibadah menjadi kotor dan sampah.
Satu lagi, ikan yang dipelihara di kolam dekat tempat ibadah kecil-kecil dan ada yang mati. Mungkin hal seperti ini perlu untuk ditindaklanjuti segera mengingat airnya memang kelihatan tidak lagi bersih.

Tapi kalau dibandingkan dengan harga tiket masuknya yang murah, ya cucok lah ya dengan tempat wisatanyaaaa...
Pengen nyoba masuk lagi pas enggak musim liburan biar nggak penuh sesak dengan wisatawan.

Ayo liburan ke Semarang

Senin, 18 Mei 2015

Pengalaman Mengurus BPJS ortu di kantor BPJS cabang Semarang (lanjutan)

wow lama banget baru menulis kelanjutannya...
maaaappp...buat yang menunggu...

soalnya yang akhirnya mengurus dengan segepok kelengkapan itu adalah papa sama adek.
Setelah di ceritain baru deh bisa menulis...tapi tentu saja cerita menjadi lebih singkat karena bukan pengalaman sendiri sih
tapi nggak papalah...lumayan buat di share...

Setelah pengalaman pertama yang tidak mengenakkan di kantor BPJS, kenyataan saat mengurus membuat tercengang...udah deh, langsung cerita ajah...

Papa dan adek (udah dibela-belain cuti nih) datang ke kantor BPJS dengan membawa semua kelengkapan pendaftaran. Akhirnya mengambil antrian yang ada di pintu belakang kantor dan ikut mengantri. Kelengkapan persyaratan di tunjukkan sebelum masuk ke dalam kantor. Karena membawa semua surat dengan lengkap (termasuk surat-surat asli) akhirnya lolos dari pemeriksaan di luar (disini surat-surat asli juga tidak dicek secara detail). Papa dan adek berpikir mungkin saja kelengkapan akan di cek secara detail saat di meja pendaftaran nanti oleh petugasnya. Saat masuk dan mengurus di dalam kantor, ternyata tidak sekalipun perlengkapan surat-surat asli ditanyakan oleh petugas pendaftaran. nah loooo...

Mulai bertanya-tanyalah...
1. Apakah petugas yang memberi pengarahan sengaja mempersulit di awal sehingga banyak pendaftar yang memilih jalan pintas dengan membayar oknum pegawai untuk menguruskan? padahal kenyataannya memang tidak perlu di periksa...

ATAU
2. Persyaratannya memang harus ada yang asli namun petugas pendaftaran yang tidak menjalankan tugasnya dengan semestinya (mestinya di cek, namun kenyataannya tidak)

Yang manapun yang benar, pada hari itu dapat disimpulkan bahwa prosesnya mudah (asal tidak dipersulit :D)

Cek persyaratan cepat, abis itu membayar, dan kartu jadi.

Terlihat sekali ya bagaimana pelayanan pegawai BPJS di cabang ini...semoga tidak terjadi di cabang2 lainnya...maksudnya, semoga dicabang lain pelayanannya lebih bagus.

Buat para petugas BPJS, saya punya beberapa saran:
1. Tolong jangan mencari nafkah dengan mempersulit orang lain...hanya supaya orang-orang minta diuruskan, lalu mempersulit persyaratan saat mereka pertama kali datang (kalau sebenarnya prosesnya mudah dan bisa diselesaikan dalam 1 kali kunjungan kenapa harus membuat mereka bolak-balik berkunjung?)
Dimana hati nurani anda?
2. Kompaklah...terlihat bagaimana manajemennya kacau...informasi yang diberikan berbeda, pelaksanaannya berbeda juga...kami masyarakat umum, yang tidak semuanya pintar seperti anda...mungkin kalau saya pintar saya sudah jadi petugas BPJS ya...(ngayal)
3. Jagalah citra BPJS...BPJS adalah program yang terkait dengan banyak sistem...proses BPJS yang tidak baik akan dikaitkan dengan sistem kesehatan negara ini juga...padahal yang berlaku jelek seperti itu hanya beberapa oknum petugas (tidak semuanya yaaaa...saya yakin dan berdoa bahwa masih ada petugas yang jujurdan berniat menjalankan tugasnya sebaik-baiknya)

Nah, begitulah akhir pengurusan BPJS ortu saya yang awalnya dipersulit dan penuh liku namun diakhiri dengan bahagia dan kartu BPJS di tangan...

NB:
Temen papa yang ikutan mengurus BPJS hari itu berkomentar bahwa prosesnya mudah (kalo tidak mengikuti proses hari pertama yang membuat emosi jiwa *lebay*) padahal dia ditawari salah satu oknum untuk diuruskan pendaftaran BPJSnya dengan tarif 100rb/orang...jadi bayangkan saja kalau seperti keluarga saya yang terdiri dari 5 orang, berarti harus mengeluarkan dana total sebesar 500rb...wow...(diluar biaya iuran BPJS ya)
Ohya, padahal info awal yang diberikan bahwa yang mengurus harus merupakan anggota keluarga dari yang akan didaftarkan...namun kenyataannnya...

Apakah ini membantu atau pura-pura membantu, silahkan temen-temen yang baca memutuskan sendiri

Akhir kata, ini sekedar pengalaman saya dan keluarga dan segala sesuatu yang saya rasakan secara pribadi...kalau ada kata-kata yang terkesan memojokkan, saya minta maap dulu...mohon dianggap sebagai kritik membangun dan masukan...kan di kritik itu nggak enak...tp demi maju ke arah yang lebih baik, kritik itu perlu...