Selasa, 24 November 2015

Permasalahan Ranting dan Daun yang berkelanjutan

Sebelumnya kan saya sempet posting masalah ranting patah dan daun berguguran di depan rumah tuh (Panitia Pemilihan Kecamatan...oh Panitia Pemilihan Kecamatan)

Nah masalahnya ternyata berbuntut...
Saya cerita apa adanya dulu ya...tanpa asumsi...hehe...(asumsi dan prasangka buruk saya nanti di belakang saja lah...)

Siang ini saya siap2 mau pergi...tiba2 ada suara bruk..bruk dari luar...
akhirnya saya intip dari jendela...ternyata ada bapak2 yang menebang pohon di depan rumah yg kemarin di tabrak truk...

Kaget dong...itu pohon siapa...yang nebang siapa...(gak kenal)
langsung deh tanya Mama...emang ada pemberitahuan penebangan? kok pohon depan rumah di tebang?
Kata mama nggak ada kok...mama dan orang rumah lain tidak ada yg merasa mendapatkan pemberitahuan mengenai penebangan...

Langsung saya keluar...bertanya pada yang menebang sambil agak emosi...(maap ya pak)
"Pak, darimana ya? kok menebang pohon orang sembarangan?"
"dari kelurahan bu..."
"saya ndak merasa dapet pemberitahuan dari kelurahan kok...masa main tebang saja..."
"maaf bu...kami cuma disuruh menebang...katanya pohon yang di sisi seberang rumah ini semua milik kelurahan jadi disuruh tebang saja..."
"ya jangan gitu dong pak...masa nggak bilang2 langsung tebang saja?"
"maaf ya bu...makasih bu..." kata bapak2 yg nebang sambil langsung turun. (maap banget ya paaaaak...saya sudah salah sasaran marah2nya)

Ternyata tetangga juga pada keluar karena pohonnya pada di tebang. Beberapa orang bilang sudah sempat dibahas di rapat bapak2 RT bahwa pohon akan di tebang, tapi tidak diberitahu bahwa akan dipotong sekarang. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya.

Selang beberapa lama, ada petugas kelurahan yang lewat dengan motornya dan berhenti untuk memberi perintah kepada bapak2 tukang tebang pohon tadi.
Akhirnya warga yang keluar minta klarifikasi sekalian...
Begini garis besar jawabannya...(sayang ndak di rekam sih)
"perintah ini bukan dari RT tapi dari Kelurahan langsung...gara2 ada warga yang ribut karena pohonnya rusak waktu ada truk lewat. Jadi ya di tebang aja semua pohon yang dahannya menjorok ke jalan biar nggak ada yang ribut lagi kalo ada truk PPK lewat."
Langsung saya balas.
"Pak, bukan masalah truk lewatnya...kalo lewatnya pelan, nggak mungkinlah itu sampe patah pohonnya..." (sambil nunjuk pohon rambutan yg jelas patah)


Nah...sekarang bagian Pembelaan saya dan Prasangka Buruk saya ya...

Kalo truk lewat pelan2 paling daun berguguran...dan kalo petugasnya mau bersihin juga keluarga saya nggak akan ngomel (setidaknya ada itikad baik...ekh, malah papa saya dituduh menghambat kerja PPK.. please deh)
Dan kami nggak boleh ribut...kalo ribut semua pohon di tebang separoh sisinya yang menjorok ke jalan...(coba di pikir sendiri deh)
Trus itu kalimat kalo pohon di seberang rumah bukan punya warga tapi punya kelurahan? lha yang nanam siapa? yang merawat siapa? yang nyapu daun2 yg gugur tiap hari siapa?
KELURAHAN??

Trus supaya tidak salah paham lagi ya...
Tadi beberapa orang warga yang keluar (cuman yang keluar ya...yang enggak, saya nggak tau pendapat mereka seperti apa) bilang bahwa cuma SATU yang membuat mereka KEBERATAN...yaitu TIDAK ADA PEMBERITAHUAN. Minimal ngetuk pintu bilang "Pak/Bu, ini ada program dari kelurahan untuk memotong dahan pohon yang menjorok ke jalan. Pemotongan akan dilakukan sekarang ya."
HANYA ITU. (hal itu menunjukkan itikad baik kan? lagi2 itikad baik.)
Kami tidak akan menolak kok. Apalagi kalo alesannya karena ini musim hujan, untuk mencegah supaya tidak tumbang kalo ada hujan angin kencang.
Tapi ya kalo kalimat sebelumnya benar (pohon2 itu dianggap milik kelurahan) pantas saja langsung main potong tanpa permisi. Udah gitu motongnya sembarangan, nggak ada yang mengarahkan.

Akhirnya, karena males DITUDUH yang enggak2 lagi (nanti dituduh menghalangi program kelurahan) sekalian ajah menyuruh bapak tukang potong pohon memotong dengan rapi dan baik...nggak asal potong yang menjorok ke jalan saja...(jadi kayak separoh pohon gitu tampilannya...wkwkwk)

Kita juga nggak asal suruh (nanti DITUDUH lagi memanfaatkan program yang dibiayai kelurahan untuk kepentingan pribadi...padahal katanya pohonnya kelurahan)...
Bapak tukangnya kita beri tambahan ala kadarnya...Trus kita buatin minum es teh manis satu teko...sampe si bapak bilang "makasih ya bu, saya sampe gemeteran lho ini..."
"Lho belum makan siang pak?" tanya Mama saya.
"Sudah sih bu...tapi belum istirahat dari pagi..."
(udah gitu kena omel saya ya pak..hehehe)


Ini ada ucapan MAAP langsung dari saya (semoga saya bukan termasuk orang yang gengsi meminta maaf kalau memang salah ya...)
1. Buat tetangga saya yang ikut menerima akibat dari postingan saya dan adek saya sebelumnya (soal ranting patah dan daun berguguran). Kalau ada yang merasa kesal, jangan salahkan KELURAHAN, salahkanlah saya saja...yang memposting kejadian itu dan memicu timbulnya program pemotongan pohon ini...(menurut keterangan petugas kelurahan yg tadi lewat)

2. Buat Bapak2 tukang Potong pohon...Maap sekali lagi ya pak, karena saya tadi emosi dan berkata dengan nada kasar pada bapak2...Meskipun tadi saya sudah meminta maaf secara langsung dan menjelaskan saya sebenarnya tidak marah sama bapak2...karena bapak2 toh hanya disuruh untuk mengerjakan sesuatu...Udah gitu jalanan depan rumah disapu sampe bersih...sih...sih...kerjane profesional...semoga bukan karena konsumennya cerewet seperti saya ya pak...makasih deh pokoknya

Sudah ah...segitu dulu ajah curahan uneg2nya...
Semoga tidak bersambung lagi akh...capek saya...

Minggu, 22 November 2015

Dari mana sih Asuransi2 itu mendapatkan data kita? (serius tanya nih)

Pagi -pagi udah dibuat kesal sama promo dari perusahaan asuransi...
Kirain telepon penting karena terlihat misscall berkali-kali (berhubung waktu itu hape saya mode getar). Akhirnya meski nomernya saya nggak kenal, saya jawab deh tuh teleponnya.

Tiba2 si penelepon memastikan nama saya dan memperkenalkan dirinya sebagai Camry (kalo bener namanya sekeren itu ya...) telemarketer dari AXA Life Indonesia. Intinya saya mendapatkan promo yg berlaku selama 3 bulan...bla..bla..bla... (soal ahli waris lah, premi, dll)

Hingga ketika dia menyebutkan bahwa semua keterangan dan berkas akan dikirimkan ke email saya yg sering digunakan untuk surat menyurat. Langsung saya tanya, darimana dia tahu soal email saya?

Di jawab bahwa semua data didapat dari manajemen, dan sebagai telemarketer, dia hanya bertugas menghubungi saya.

Lha saya tanya, manajemennya bisa dapet data saya darimana? Saya berhak tau dong legal atau enggak mereka mendapatkan data saya? Soalnya bukan sekali ini saya ditelponin sama perusahaan asuransi (pasti banyak yang bernasib sama)

Si Mas Telemarketer tetep nyerocos kalo dia tidak tahu menahu dan hanya menawarkan promo. (Saya nggak bego mas, dijelasin sekali ajah juga saya mudeng kok)

Trus saya bilang, Ya sudah kalau begitu, saya menolak promonya. Kalo manajemennya tanya, bilang ajah saya menolak karena saya tidak tahu manajemen bisa mendapatkan data saya dari mana. Kalau sudah mau memberitahu dapat data dari mana silahkan hubungi lagi.

Apakah selesai sampai disitu? TENTU TIDAK

Si mas telemarketer, seakan tidak percaya saya menolak promonya. (mungkin suara saya suara penggila promo...wkwkwk)
Dia bertanya apakan saya tau mengenai AXA Life Indonesia?
Saya jawab kalau sekedar tau ya saya tau...
Ekh, malah menyuruh saya untuk membuka webnya dan membaca bahwa ini perusahaan resmi dan terpercaya.
Lho saya tau itu...yang saya pertanyakan bukan perusahaannya, tapi darimana manajemen mendapatkan data saya...kalau itu saja tidak bisa dijawab masa mereka menyuruh saya untuk mempercayakan asuransi kepada mereka?? (dipikir dong mas...kalo itu saja dirahasiakan, coba pikir apalagi yg bisa dirahasiakan)

Si mas tetep ngotot, dan saya juga ngotot...pokoknya selama tidak ada informasi darimana data saya didapat, saya menolak promo titik. Terimakasih.

Langsung deh saya putus telponnya. Biar si mas telemarketer tidak menyerocos lagi. Nanti ndak selesai2.

Buat mas telemarketer dan telemarketer2 lainnya, Saya selalu berusaha menanggapi tawaran dengan baik toh kalian hanya menjalankan pekerjaan. Terbukti pada telepon kali ini juga saya mendengarkan dulu penjelasan si Mas Telemarketer dengan baik selama beberapa menit.
Tapi sebagai konsumen, saya berhak memilih dan menolak to? Toh kalo menolak dan rugi yang rugi saya. Jadi jangan pake ngotot kalo menawarkan. Kalau konsumen sudah jelas menolak dan memberi alasan yang jelas ya terimalah kekalahan.

Dalam kasus ini, harusnya si mas telemarketer tinggal bilang, "baik bu kalau ibu menolak, akan saya catat dan sampaikan ke manajemen mengenai alasan ibu. Maaf karena saya tidak bisa memberi jawaban atas pertanyaan ibu."

Ya to? ya kan? soalnya beneran dia bilang nggak tau kan darimana asal data diri saya?

Nah, kali ini buat manajemen, telemarketer maupun customer service adalah pihak pertama yg langsung berhubungan dengan konsumen, jadi tentu saja mereka harus dibekali pengetahuan mengenai hal yg sering ditanyakan konsumen. Masa selama ini nggak pernah ada yg tanya dari mana perusahaan2 asuransi mendapatkan data diri mereka? Lain hal nya jika ini adalah promo lewat perusahaan tempat bekerja.

Dah ah, sekian dulu curahan uneg2 saya...mau lanjutin aktivitas lagi...

Semangat! Jangan biarkan setitik kejadian buruk mewarnai hari ini
Saya posting nomernya yak (nomer yg telpon saya maksudnya)

08111534947

Panitia Pemilihan Kecamatan...Oh Panitia Pemilihan Kecamatan

Mau share kejadian baru saja sore ini yang membuat seisi rumah geram...Saya ceritakan versi ringkasnya saja ya...
Sore ini seisi rumah sedang santai di dalam rumah...tiba-tiba terdengar suara keras dari depan rumah...sontak Papa saya waktu itu keluar dan mendapati di jalanan depan rumah sudah tergeletak ranting dan dedaunan pohon mangga dan rambutan yang patah.

Papa melihat bahwa sebuah truk dengan box tertutup yang tinggi baru saja melewati jalan depan rumah. Kontan saja Papa kesal karena pengemudi truk seakan tidak peduli dengan kerusakan yang baru ditimbulkannya.

Ternyata truk nya mau lewat lagi...tentu saja dengan papa langsung dihentikan karena tidak ingin tercipta kerusakan yang lebih parah...Ternyata itu adalah truk rombongan Panitia Pemilihan Kecamatan yang katanya akan melakukan persiapan di balai desa.

Entah bagaimana rincian pembicaraan dengan papa saya, tapi oleh salah satu Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat, Papa saya dinilai menghambat persiapan yang akan mereka lakukan.

Ya ampun plis deh pak... (biar rada gaul dikit yah..wkwkwk)

Apa Papa saya akan menghentikan truk tersebut jika tanpa alasan? (note: sudah terjadi kerusakan di depan rumah)

Apa segampang itu Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat menuduh seorang warga menghambat persiapan pemilihan? (Note: tempat tujuan PPK bisa di tempuh dari jalan lain selain jalan depan rumah...tinggal muter lewat gang sebelah...)

Mungkin memang bagi Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat pohon mangga dan rambutan yg berada didepan rumah kami itu tidak berharga...Apalah arti pohon2 tersebut bagi bapak-bapak sekalian? (Note: tiap berbuah, mangga dan rambutan itu diicipi minimal warga RT lingkungan kami lho pak)

Kami toh tidak minta supaya kerusakan itu diganti dengan mangga atau rambutan...Kami hanya minta supaya setidaknya Bapak-bapak sadar bahwa apa yg terjadi (lewatnya truk bapak) sudah menimbulkan kerusakan dipihak kami...Yah meskipun hanya berupa ranting-ranting patah dan daun berguguran...

Syukur Alhamdulillah kalau bapak-bapak mau meminta maaf atas kerusakan yang ditimbulkan (meski tidak sengaja). Apalagi kalau mau berbaik hati memungguti ranting-ranting dan dedaunan yang jatuh di jalan depan rumah kami. (mimpi kali yeeee...)

Tapi mungkin karena kerusakannya hanya berupa ranting patah dan dedaunan yang jatuh makanya bagi Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat, itu bukan lah masalah besar. Dan Papa saya yang dianggap menghambat jalannya truk tersebutlah yang lebih penting (menurut ucapan salah satu Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat).

Semoga peristiwa kali ini terjadi benar-benar karena ketidaksengajaan dan kesalahpahaman. Bukan hasil dari ego dan arogansi. Toh kita sama-sama manusia kan pak? ya kan pak?

Note: Kalau ada yang mau datang untuk menjernihkan masalah ini silahkan datang kerumah...pm saya ya...nggak usah bawa macem-macem...ntar dikira gratifikasi...cukup bawa niat baik saja...soalnya besok pagi juga itu ranting dan daun pasti sudah di sapu oleh ibu yang bersih-bersih di rumah... (di tekankan pada: "Kalau ada yang mau datang"...kalau nggak ada ya sudah...)

Daun yang berguguran




                                                      Ranting pohon rambutan yg patah






 Ketika mobil dihentikan Papa (adem ya pak duduk2 dibawah pohon...sebenarnya lebih enak bagi kami kalo sekalian dibersihin pak dedaunannya yg tidak seberapa itu)


Salah satu Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat dan polisi yg menemaninya 
(terlihat memberi kode agar truk tetap lewat...ckckck)

         Ini nih penampakannya kalo truk lewat (gimana tuh daun dan ranting gak patah coba???)

Ekh...adek saya ikut ke foto...Untung tampak belakang..hehehe...



Senin, 16 November 2015

Promo Diskon Khusus Pembelian Smartfren Andromax 4G LTE


Kalo pada postingan sebelumnya saya menulis soal promo smartfren dimana saya mengupgrade nomer saya dan membeli Mifi M2S...Kali ini akan saya lanjutkan dengan pembelian Andromax Es (hasil dari Promo nomer hape smartfren jambu yg kemarin itu)

Setelah galau hampir seminggu, akhirnya saya gunakan juga itu promonya...hehehe...galau dong soalnya ini pengeluaran tidak terduga...dana udah menipis cuman cukup sampe akhir bulan...
Karena kebetulan adek juga lagi butuh hape (hapenya rusak dan kudu di servis), akhirnya diputuskan dipake lah itu promo.

Kemaren siang meluncur lagi lah ke Galeri Smartfren Kaligarang (kali ini bersama adek) untuk menanyakan soal promo tersebut. Sebenernya hape Smartfren Andromax ada 5 macem, tapi berhubung keterbatasan dana akhirnya saya memutuskan untuk menebus yg Andromax E. Harga aslinya sih 999rb. Tapi sedang ada promo jadi 799rb. Dan ditambah diskon khusus yg saya dapatkan harganya jadi 599rb. Hanya saja karena program ini bertujuan mengupgrade simcard smartfren lama saya, meski saya membeli hape andromax, saya tidak akan mendapatkan keuntungan bonus pulsa dan kuota.


Sampai Galeri, ternyata penuh banget, saya dilayani oleh pak satpam yg menanyakan keperluan saya. Langsung saya tunjukkan sms yg saya dapat, tapi kata pak satpam di customer service antriannya panjang, mau nunggu ato kembali nanti. Karena males bolak-balik dan cuman mau tanya dulu penjelasan soal promonya, akhirnya saya diarahkan untuk bertanya ke salah satu pegawai yg melayani penjualan.

Setelah menunggu beberapa saat, (disana nggak ada kursi buat nunggu jd agak gak nyaman) akhirnya ada juga pegawai yg mejanya kosong. Langsung bertanya, langsung dijelaskan, dan langsung memutuskan untuk membeli. Hehe...

Prosesnya agak lama sih...lebih lama dari waktu nukerin mifi kemaren...tapi untungnya ada adek yg nemenin jd nggak bengong sendirian.

Ini nih hape nya...Tampilannya sih menurut saya manis juga untuk hape cewek...ukurannya yg kecil jadi nyaman di genggam (kalo untuk saya)...

 Tampak depan
Tampak samping
Tampak belakang

Soal applikasi yg terinstall ada applikasi browser yg sering ada di hape2 cina gitu. Soal batere, saya belum membuktikan juga awet atau enggaknya, soalnya lgsg dibawa adek sih. Kalo soal kamera hasilnya tajam juga. Untuk dipakai nyaman, tapi nggak biasa karena biasanya pake samsung sih jadi masih suka salah pencet dan nyari fiturnya ada dimana ya...hehe...ketauan gapteknya...

Yak sekian sharing saya...semoga ada kesempatan untuk dapat promo2 berikutnya yaaaa...

Minggu, 08 November 2015

Masalah Kamera Samsung Galaxy Grand Prime


Samsung Galaxy Grand Prime memang menonjol di kualitas kameranya terutama untuk penggemar selfie. Saya sendiri sebenarnya membeli hape ini bukan untuk fitur kameranya yg utama. Waktu itu hape Samsung Galaxy Gio saya yg sudah berumur 3 tahun lebih hilang di angkot. Hiks...

Jadi intinya waktu itu memilih Samsung Galaxy Grand Prime karena sesuai dengan budget yg saya miliki. Akhirnya sejak tahun lalu, resmi lah saya menggunakan hape tersebut.

Selama setahun lebih, pemakaiannya tidak ada masalah...saya juga terkenal awet merawat barang2 saya. Tiba-tiba seminggu yang lalu kameranya eror tidak bisa di buka. (Sayang tidak sempat saya screenshoot notifikasi yg muncul). Hanya saja saat itu saya sering memfoto buku-buku baru yg akan saya jual dan menguploadnya di online store (dihyanhauri tokopedia dan bukalapak...sekalian promosi ah...hehehe).

Mulai bingung deh...karena saya sayang berpisah dengan hape ini...kecuali kameranya, semua fiturnya masih baik dan prima. Di tambah lagi sudah tidak di cover garansi karena sudah lebih dari 1 tahun. Adik saya menyarankan untuk memback up data yg ada dan mereboot hape saya. Tapi file di data lumayan banyak dan penting dan saya (lagi-lagi) sedang malas jadi baru sebagian yg saya back up.
Oh ya sebelumnya sudah saya coba restart beberapa kali tetap nggak bisa kameranya.

Nah, tadi siang saya sedang iseng ingin mencoba kartu internet 3 saya yg terpasang di hape ke modem. Soalnya di kartu 3 itu kuotanya masih ada sekitar 8Gb...lagi-lagi sayang kalo cuman di taroh di hape, kagak abis-abis tuh kuotanya... Intinya, saya mematikan hape, melepas batere, melepas sim card dan kemudian memasangnya lagi ke hape karena ternyata sinyalnya jelek banget sampe modemnya nggak bisa konek ke laptop. Akhirnya saya konek kan hape saya ke laptop dengan harapan bisa saya gunakan untuk browsing di laptop.

Muncul notifikasi koneksi sebagai “media device” atau “camera” seperti pada screenshoot dibawah ini.


Iseng2 saya klik yg “camera” dan saya coba buka dengan aplikasi shotwell di laptop linux saya. Ternyata nggak bisa, akhirnya saya forced quit shotwellnya. Trus entah kenapa saya pengen mencoba kamera di hape, dan ternyata BISAAAA.....yeayyyy...
Saya nggak tau proses yg mana di atas yg menyebabkan bisa lagi...Apakah dengan mematikan agak lama dan melepas batere? Atau karena saya konekkan ke laptop sebagai kamera? Atau karena saya forced quit shotwell saat akan menyambung ke kamera hape? Soalnya ketiga2nya baru kali ini saya lakukan...hehehe...ketauan banget nggak pernah utak-utik hape...

Setelah puas bersenang-senang karena kamera bisa digunakan lagi, saya memutuskan untuk mencari informasi cara memperbaiki yg benar dan disarankan untuk dilakukan kalau-kalau hal seperti ini terjadi lagi (semoga aja enggak ya...cukup sekali saja lah). Setelah browsing sana sini saya mendapati blog mbak Wiwin Pratiwanggini yg membahas permasalahan yg sama dan memberi tips yg beliau dapat dari konsultan Samsung dan sudah di praktekkan oleh beberapa pembaca blognya.(http://pratiwanggini.net/2015/05/restart-camera-samsung-galaxy-grand-prime/)

Ini tipsnya:
1. Matikan handphone. 2. Tekan dan tahan secara bersamaan tombol Power + Volume Up + Home sampai handphone bergetar. 3. Sorot “wipe cache partition” (teks warna biru) menggunakan tombol Volume Down, lalu tekan dengan tombol Power. Di baris paling bawah akan ada tulisan “Cache wipe complete.” (teks warna kuning). 4. Lalu lepaskan baterai handphone. 5. Kemudian pasang lagi, lalu nyalakan handphone. 6. Coba apakah kamera sudah bisa bekerja lagi. - See more at: http://pratiwanggini.net/2015/05/restart-camera-samsung-galaxy-grand-prime/#comment-2045 P { margin-bottom: 0.08in; }
1. Matikan handphone. 
2. Tekan dan tahan secara bersamaan tombol Power + Volume Up + Home sampai handphone bergetar. 
3. Sorot “wipe cache partition” (teks warna biru) menggunakan tombol Volume Down, lalu tekan dengan tombol Power. Di baris paling bawah akan ada tulisan “Cache wipe complete.” (teks warna kuning). 
4. Lalu lepaskan baterai handphone. 
5. Kemudian pasang lagi, lalu nyalakan handphone. 
6. Coba apakah kamera sudah bisa bekerja lagi.

Semoga Bermanfaat
1. Matikan handphone. 2. Tekan dan tahan secara bersamaan tombol Power + Volume Up + Home sampai handphone bergetar. 3. Sorot “wipe cache partition” (teks warna biru) menggunakan tombol Volume Down, lalu tekan dengan tombol Power. Di baris paling bawah akan ada tulisan “Cache wipe complete.” (teks warna kuning). 4. Lalu lepaskan baterai handphone. 5. Kemudian pasang lagi, lalu nyalakan handphone. 6. Coba apakah kamera sudah bisa bekerja lagi. - See more at: http://pratiwanggini.net/2015/05/restart-camera-samsung-galaxy-grand-prime/#comment-2045

Sabtu, 07 November 2015

Promo Upgrade Modem Lama Smartfren Jadi Mifi M2S 4G LTE

Tentunya sudah pada tahu dong promo besar-besaran yg di lakukan Smartfren untuk upgrade ke jaringan 4G. Nah kebetulan kali ini saya termasuk pelanggan yg cukup beruntung. kekeke...

Sebenarnya beberapa waktu yg lalu sempat ada program trade in modem lama ke Mifi 4G LTE (waktu itu yg ada baru M2Y dan M2P). Nomor saya mendapatkan beberapa kali notifikasi untuk dapat trade in modem saya (hanya berlaku untuk nomor yg mendapat notifikasi) dengan hanya membayar 199rb.

Tapi namanya juga anak kuliahan (yang hidup dari beasiswa...cieeeh), saya merasa masih agak berat mengeluarkan uang 199rb dari kocek. Apalagi modem lamanya diminta. Sayang banget berpisah dengan modem lama yg dibeli dengan uang sendiri itu...hiks...

Nah, beberapa hari yg lalu, lagi-lagi nomor modem saya itu mendapatkan notifikasi promo upgrade ke 4G LTE. Ini nih notifikasi yg muncul hampir tiap kali saya mau browsing.


Setelah dipikir2, lumayan juga promonya. Toh saya nggak rugi. Modem lama saya dulu saya beli seharga 299rb. Sedangkan harga M2Y/M2P itu 399rb. Kalau saya harus bayar 100rb ya wajarlah...untung malah, karena upgrade ke 4G dan modem lama nggak diminta.

Akhirnya meluncur ke Galeri Smartfren Kaligarang untuk tanya2 infonya dulu dan memantapkan hati untuk upgrade...(haiiiaaah...)
Sampe di Galeri Smartfren Kaligarang, di terima dengan baik oleh pegawainya di lantai 1 (lupa namanya...mas2 sih...wkwkwk)
Saya tunjukin foto diatas, sambil menanyakan kebenarannya. Maklum akhir2 ini banyak banget penipuan jadi jaga2 aja deh.
Ternyata dibenarkan adanya promo ini, dan untuk dapat diproses, sebelumnya nomor modem tersebut harus di cek apakah benar mendapatkan notifikasi. Kemudian di jelaskan lagi bahwa dengan promo ini sim card di modem lama akan di upgrade dan di pindah untuk digunakan ke Mifi. Kuotanya tetap akan sama dan ikut pindah ke kartu sim yg baru sehingga tidak akan mendapat fasilitas kuota seperti kalau beli Mifi langsung seharga 399rb.

Langsung kepikiran deh sama modem lama. Meskipun nggak diminta seperti pada promo trade in sebelumnya, berarti modem nggak bisa dipake dong meski diisi sim card baru? hiks...mulai galau...
Si Mas petugas akhirnya menjelaskan kalau untuk sementara ini masih bisa dipakai, namun entah kapan, modem lama tersebut akan di blokir otomatis oleh pihak Smartfren. Ditekankan pada kata-kata "entah kapan" ya...hehe...tetep nggak mau rugi yah saya...(ya jelas dong)
Pokoknya akhirnya saya mantapkan hati untuk upgrade. Tapi ternyata listrik sedang mati jadi nggak bisa diproses siang itu juga. Kalau mau sekarang bisa ke Galeri Smartfren di Paragon Lt.3, saran petugasnya.

Karena malas melanda dan jelas-jelas kaligarang lebih dekat rumah, akhirnya saya putuskan untuk kembali lagi saja nanti sore (Galeri Smartfren Kaligarang buka mulai 08.30- 17.00 WIB).

Jadi saya berangkat dari rumah jam 16.00 WIB dan tiba gak sampe 10 menit kemudian. Begitu masuk lgsg di sambut mas petugas yg sama dan langsung di cek apakah nomor modem yg saya bawa benar mendapatkan promo. Setelah terbukti benar, saya diarahkan untuk naik ke lantai 2 agar bisa di proses.

Ternyata promonya berbeda dari notifikasi yg saya dapat (foto di atas). Selain M2Y/M2P, ditawarkan juga untuk menebus Mifi M2S (seharga 499rb) dengan membayar 100rb...Bedanya kalau untuk menebus M2Y/M2P dengan isi ulang 100rb, kalau untuk M2S 100rb yg dibayarkan bukan untuk isi ulang.
Karena saya dari awal sudah menyiapkan uang 100rb dan sepertinya lebih bagus M2S, akhirnya saya tebus yg M2S deh...(semoga beneran lebih bagus ya...maklum gaptek sih)

Prosesnya gak ribet kok, cuman bawa modem lama untuk di cek (nanti dikembalikan kok) sama KTP untuk bukti data diri pemilik modem. Yang agak lama antrinya mungkin ya...tapi kalo dibandingin sama Grapari masih lebih lama antri di grapari kok (hehe)

Setelah proses selesai, disana sempet nyobain Mifinya dan kenceng banget...langsung deh tuh hape auto update macem-macem...(nyobain konek Mifinya ke Hape)
Trus begitu sampe rumah nyobain koneksinya lagi dan beneran kenceng buanget, baik yg di jam reguler maupun yang bonus malam (dini hari sih lebih tepatnya)...nggak nyesel deh upgrade ke 4G. Koneknya gampang dan makenya juga gampang. Tapi beberapa kali liat blog orang, pada komen kalo pemakaian pertama kali, kuota cepet banget abis. Jadi saya bener-bener hati-hati waktu make di jam reguler. Pengalaman waktu dipake donlot file sebesar 400Mb sama browsing gak jelas selama donlot (kira-kira setengah jam) kuota reguler berkurang sekitar 600Mb.

Langsung heboh sendiri karena setengah jam saja udah kepake segitu. Coba kalo pas khilaf browsing gak jelas cuman gara-gara internetnya kenceng, bisa-bisa lenyap deh tuh kuota reguler yg gak seberapa...hiks...
Akhirnya mencoba menahan diri untuk memakai yg perlu ajah di kuota reguler dan menggila di kuota malam yg sebesar 12 Gb.

Kalo harus mbandingin, dulu dengan paket kuota yg sama kalo donlot film di jam 1- jam 7 pagi paling banter cuman bisa dapet 3 doang, setelah berganti pake mifi bisa dapet 12.

Ada kelebihan pasti juga ada kekurangannya dong. Ini kekurangan yg saya rasakan selama saya menggunakan mifi 4G LTE.

1. Saya harus terus waspada saat browsing...hehe...
Pertama, kuota akan cepat habis (dulu donlot file bisa makan waktu lama saking lemotnya...karena sekarang jadi cepat gak kerasa akan donlot lagi dan lagi dan lagi dan lagi..) Baru kali ini lho kuota malam yg 12 Gb itu bisa habis biasanya selalu sisa.
Kedua, karena menggunakan baterai, jadi harus bisa memperkirakan lama waktu aktifnya mifi...bisa-bisa lagi asyik donlot, mifi mati (pernah kejadian begitu...hiks) Meski sudah ada lampu indikator baterai, saat asyik mendonlot nggak mungkin kan sering-sering lirik mifi (saya banget kalo ini). Jadi kadang ketauannya pas indikator batere sudah kedip-kedip merah, baru ribet cari colokan.
Ketiga adalah sambungan internetnya. Beberapa kali internet tidak bisa digunakan/putus meskipun tanda koneksi mifi dan laptop/hape tetap ada. Jadi tiba-tiba bisa berhenti donlot ditengah jalan atau tiba-tiba nggak bisa buka laman padahal indikator sinyal di mifi menyala biru (sinyal baik). Entah kenapa...ada yg punya pengalaman serupa? soalnya kalo modem lama, kalo sambungan internetnya putus ya indikator koneksi ke laptop akan mati juga.

2. Waktu kuota malam yg lebih pendek
Saya nggak tau ini karena memang pada jam segitu sinyal lebih jelek atau karena hal lain. Pengalaman dulu waktu masih pake modem lama, jam 01.00 WIB sudah bisa konek untuk menggunakan kuota malam dan akan berakhir jam 07.00 WIB.
Namun sejak menggunakan mifi, baru bisa konek dan digunakan untuk browsing pada pukul 01.30 WIB dan pagi harinya bisa tiba-tiba berhenti sebelum pukul 07.00 WIB. Pernah tiba-tiba internet tidak bisa digunakan pada pukul 06.00 WIB saat sedang asyik donlot (lagi-lagi...*sigh) padahal indikator di laptop masih konek sama mifi dan indikator sinyal mifi bagus.

Karena saya orang awam, saya hanya bisa menceritakan pengalaman saya saja waktu memakai Mifi M2S ini ya...jadi saya tidak melakukan review dengan detail. Semoga sharing pengalaman saya ini bisa memberikan informasi lebih buat yg baca...

NB: Ternyata nomor Hape Smartfren Jambu saya yg sudah lama tidak aktif (baru sore itu saya aktifkan kembali) juga mendapatkan promo diskon khusus untuk pembelian perangkat 4G LTE dari smartfren kalau mau meng-upgrade nomornya. Jadi saya dapat potongan harga kalau mau beli Mifi atau Smartphone 4G LTE smartfren. Lagi-lagi saya sedang mempertimbangkan mau saya tukar tambah dengan perangkat yg mana...hahaha...M2Y?M2P?Smartphone?