Sebelumnya kan saya sempet posting masalah ranting patah dan daun berguguran di depan rumah tuh (Panitia Pemilihan Kecamatan...oh Panitia Pemilihan Kecamatan)
Nah masalahnya ternyata berbuntut...
Saya cerita apa adanya dulu ya...tanpa asumsi...hehe...(asumsi dan prasangka buruk saya nanti di belakang saja lah...)
Siang ini saya siap2 mau pergi...tiba2 ada suara bruk..bruk dari luar...
akhirnya saya intip dari jendela...ternyata ada bapak2 yang menebang pohon di depan rumah yg kemarin di tabrak truk...
Kaget dong...itu pohon siapa...yang nebang siapa...(gak kenal)
langsung deh tanya Mama...emang ada pemberitahuan penebangan? kok pohon depan rumah di tebang?
Kata mama nggak ada kok...mama dan orang rumah lain tidak ada yg merasa mendapatkan pemberitahuan mengenai penebangan...
Langsung saya keluar...bertanya pada yang menebang sambil agak emosi...(maap ya pak)
"Pak, darimana ya? kok menebang pohon orang sembarangan?"
"dari kelurahan bu..."
"saya ndak merasa dapet pemberitahuan dari kelurahan kok...masa main tebang saja..."
"maaf bu...kami cuma disuruh menebang...katanya pohon yang di sisi seberang rumah ini semua milik kelurahan jadi disuruh tebang saja..."
"ya jangan gitu dong pak...masa nggak bilang2 langsung tebang saja?"
"maaf ya bu...makasih bu..." kata bapak2 yg nebang sambil langsung turun. (maap banget ya paaaaak...saya sudah salah sasaran marah2nya)
Ternyata tetangga juga pada keluar karena pohonnya pada di tebang. Beberapa orang bilang sudah sempat dibahas di rapat bapak2 RT bahwa pohon akan di tebang, tapi tidak diberitahu bahwa akan dipotong sekarang. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya.
Selang beberapa lama, ada petugas kelurahan yang lewat dengan motornya dan berhenti untuk memberi perintah kepada bapak2 tukang tebang pohon tadi.
Akhirnya warga yang keluar minta klarifikasi sekalian...
Begini garis besar jawabannya...(sayang ndak di rekam sih)
"perintah ini bukan dari RT tapi dari Kelurahan langsung...gara2 ada warga yang ribut karena pohonnya rusak waktu ada truk lewat. Jadi ya di tebang aja semua pohon yang dahannya menjorok ke jalan biar nggak ada yang ribut lagi kalo ada truk PPK lewat."
Langsung saya balas.
"Pak, bukan masalah truk lewatnya...kalo lewatnya pelan, nggak mungkinlah itu sampe patah pohonnya..." (sambil nunjuk pohon rambutan yg jelas patah)
Nah...sekarang bagian Pembelaan saya dan Prasangka Buruk saya ya...
Kalo truk lewat pelan2 paling daun berguguran...dan kalo petugasnya mau bersihin juga keluarga saya nggak akan ngomel (setidaknya ada itikad baik...ekh, malah papa saya dituduh menghambat kerja PPK.. please deh)
Dan kami nggak boleh ribut...kalo ribut semua pohon di tebang separoh sisinya yang menjorok ke jalan...(coba di pikir sendiri deh)
Trus itu kalimat kalo pohon di seberang rumah bukan punya warga tapi punya kelurahan? lha yang nanam siapa? yang merawat siapa? yang nyapu daun2 yg gugur tiap hari siapa?
KELURAHAN??
Trus supaya tidak salah paham lagi ya...
Tadi beberapa orang warga yang keluar (cuman yang keluar ya...yang enggak, saya nggak tau pendapat mereka seperti apa) bilang bahwa cuma SATU yang membuat mereka KEBERATAN...yaitu TIDAK ADA PEMBERITAHUAN. Minimal ngetuk pintu bilang "Pak/Bu, ini ada program dari kelurahan untuk memotong dahan pohon yang menjorok ke jalan. Pemotongan akan dilakukan sekarang ya."
HANYA ITU. (hal itu menunjukkan itikad baik kan? lagi2 itikad baik.)
Kami tidak akan menolak kok. Apalagi kalo alesannya karena ini musim hujan, untuk mencegah supaya tidak tumbang kalo ada hujan angin kencang.
Tapi ya kalo kalimat sebelumnya benar (pohon2 itu dianggap milik kelurahan) pantas saja langsung main potong tanpa permisi. Udah gitu motongnya sembarangan, nggak ada yang mengarahkan.
Akhirnya, karena males DITUDUH yang enggak2 lagi (nanti dituduh menghalangi program kelurahan) sekalian ajah menyuruh bapak tukang potong pohon memotong dengan rapi dan baik...nggak asal potong yang menjorok ke jalan saja...(jadi kayak separoh pohon gitu tampilannya...wkwkwk)
Kita juga nggak asal suruh (nanti DITUDUH lagi memanfaatkan program yang dibiayai kelurahan untuk kepentingan pribadi...padahal katanya pohonnya kelurahan)...
Bapak tukangnya kita beri tambahan ala kadarnya...Trus kita buatin minum es teh manis satu teko...sampe si bapak bilang "makasih ya bu, saya sampe gemeteran lho ini..."
"Lho belum makan siang pak?" tanya Mama saya.
"Sudah sih bu...tapi belum istirahat dari pagi..."
(udah gitu kena omel saya ya pak..hehehe)
Ini ada ucapan MAAP langsung dari saya (semoga saya bukan termasuk orang yang gengsi meminta maaf kalau memang salah ya...)
1. Buat tetangga saya yang ikut menerima akibat dari postingan saya dan adek saya sebelumnya (soal ranting patah dan daun berguguran). Kalau ada yang merasa kesal, jangan salahkan KELURAHAN, salahkanlah saya saja...yang memposting kejadian itu dan memicu timbulnya program pemotongan pohon ini...(menurut keterangan petugas kelurahan yg tadi lewat)
2. Buat Bapak2 tukang Potong pohon...Maap sekali lagi ya pak, karena saya tadi emosi dan berkata dengan nada kasar pada bapak2...Meskipun tadi saya sudah meminta maaf secara langsung dan menjelaskan saya sebenarnya tidak marah sama bapak2...karena bapak2 toh hanya disuruh untuk mengerjakan sesuatu...Udah gitu jalanan depan rumah disapu sampe bersih...sih...sih...kerjane profesional...semoga bukan karena konsumennya cerewet seperti saya ya pak...makasih deh pokoknya
Sudah ah...segitu dulu ajah curahan uneg2nya...
Semoga tidak bersambung lagi akh...capek saya...
Blog ini berisi pengalaman2 pribadi yang mungkin akan berguna bagi pembacanya
Selasa, 24 November 2015
Minggu, 22 November 2015
Dari mana sih Asuransi2 itu mendapatkan data kita? (serius tanya nih)
Pagi -pagi udah dibuat kesal sama promo dari perusahaan asuransi...
Kirain telepon penting karena terlihat misscall berkali-kali (berhubung waktu itu hape saya mode getar). Akhirnya meski nomernya saya nggak kenal, saya jawab deh tuh teleponnya.
Tiba2 si penelepon memastikan nama saya dan memperkenalkan dirinya sebagai Camry (kalo bener namanya sekeren itu ya...) telemarketer dari AXA Life Indonesia. Intinya saya mendapatkan promo yg berlaku selama 3 bulan...bla..bla..bla... (soal ahli waris lah, premi, dll)
Hingga ketika dia menyebutkan bahwa semua keterangan dan berkas akan dikirimkan ke email saya yg sering digunakan untuk surat menyurat. Langsung saya tanya, darimana dia tahu soal email saya?
Di jawab bahwa semua data didapat dari manajemen, dan sebagai telemarketer, dia hanya bertugas menghubungi saya.
Lha saya tanya, manajemennya bisa dapet data saya darimana? Saya berhak tau dong legal atau enggak mereka mendapatkan data saya? Soalnya bukan sekali ini saya ditelponin sama perusahaan asuransi (pasti banyak yang bernasib sama)
Si Mas Telemarketer tetep nyerocos kalo dia tidak tahu menahu dan hanya menawarkan promo. (Saya nggak bego mas, dijelasin sekali ajah juga saya mudeng kok)
Trus saya bilang, Ya sudah kalau begitu, saya menolak promonya. Kalo manajemennya tanya, bilang ajah saya menolak karena saya tidak tahu manajemen bisa mendapatkan data saya dari mana. Kalau sudah mau memberitahu dapat data dari mana silahkan hubungi lagi.
Apakah selesai sampai disitu? TENTU TIDAK
Si mas telemarketer, seakan tidak percaya saya menolak promonya. (mungkin suara saya suara penggila promo...wkwkwk)
Dia bertanya apakan saya tau mengenai AXA Life Indonesia?
Saya jawab kalau sekedar tau ya saya tau...
Ekh, malah menyuruh saya untuk membuka webnya dan membaca bahwa ini perusahaan resmi dan terpercaya.
Lho saya tau itu...yang saya pertanyakan bukan perusahaannya, tapi darimana manajemen mendapatkan data saya...kalau itu saja tidak bisa dijawab masa mereka menyuruh saya untuk mempercayakan asuransi kepada mereka?? (dipikir dong mas...kalo itu saja dirahasiakan, coba pikir apalagi yg bisa dirahasiakan)
Si mas tetep ngotot, dan saya juga ngotot...pokoknya selama tidak ada informasi darimana data saya didapat, saya menolak promo titik. Terimakasih.
Langsung deh saya putus telponnya. Biar si mas telemarketer tidak menyerocos lagi. Nanti ndak selesai2.
Buat mas telemarketer dan telemarketer2 lainnya, Saya selalu berusaha menanggapi tawaran dengan baik toh kalian hanya menjalankan pekerjaan. Terbukti pada telepon kali ini juga saya mendengarkan dulu penjelasan si Mas Telemarketer dengan baik selama beberapa menit.
Tapi sebagai konsumen, saya berhak memilih dan menolak to? Toh kalo menolak dan rugi yang rugi saya. Jadi jangan pake ngotot kalo menawarkan. Kalau konsumen sudah jelas menolak dan memberi alasan yang jelas ya terimalah kekalahan.
Dalam kasus ini, harusnya si mas telemarketer tinggal bilang, "baik bu kalau ibu menolak, akan saya catat dan sampaikan ke manajemen mengenai alasan ibu. Maaf karena saya tidak bisa memberi jawaban atas pertanyaan ibu."
Ya to? ya kan? soalnya beneran dia bilang nggak tau kan darimana asal data diri saya?
Nah, kali ini buat manajemen, telemarketer maupun customer service adalah pihak pertama yg langsung berhubungan dengan konsumen, jadi tentu saja mereka harus dibekali pengetahuan mengenai hal yg sering ditanyakan konsumen. Masa selama ini nggak pernah ada yg tanya dari mana perusahaan2 asuransi mendapatkan data diri mereka? Lain hal nya jika ini adalah promo lewat perusahaan tempat bekerja.
Dah ah, sekian dulu curahan uneg2 saya...mau lanjutin aktivitas lagi...
Semangat! Jangan biarkan setitik kejadian buruk mewarnai hari ini
Saya posting nomernya yak (nomer yg telpon saya maksudnya)
08111534947
Kirain telepon penting karena terlihat misscall berkali-kali (berhubung waktu itu hape saya mode getar). Akhirnya meski nomernya saya nggak kenal, saya jawab deh tuh teleponnya.
Tiba2 si penelepon memastikan nama saya dan memperkenalkan dirinya sebagai Camry (kalo bener namanya sekeren itu ya...) telemarketer dari AXA Life Indonesia. Intinya saya mendapatkan promo yg berlaku selama 3 bulan...bla..bla..bla... (soal ahli waris lah, premi, dll)
Hingga ketika dia menyebutkan bahwa semua keterangan dan berkas akan dikirimkan ke email saya yg sering digunakan untuk surat menyurat. Langsung saya tanya, darimana dia tahu soal email saya?
Di jawab bahwa semua data didapat dari manajemen, dan sebagai telemarketer, dia hanya bertugas menghubungi saya.
Lha saya tanya, manajemennya bisa dapet data saya darimana? Saya berhak tau dong legal atau enggak mereka mendapatkan data saya? Soalnya bukan sekali ini saya ditelponin sama perusahaan asuransi (pasti banyak yang bernasib sama)
Si Mas Telemarketer tetep nyerocos kalo dia tidak tahu menahu dan hanya menawarkan promo. (Saya nggak bego mas, dijelasin sekali ajah juga saya mudeng kok)
Trus saya bilang, Ya sudah kalau begitu, saya menolak promonya. Kalo manajemennya tanya, bilang ajah saya menolak karena saya tidak tahu manajemen bisa mendapatkan data saya dari mana. Kalau sudah mau memberitahu dapat data dari mana silahkan hubungi lagi.
Apakah selesai sampai disitu? TENTU TIDAK
Si mas telemarketer, seakan tidak percaya saya menolak promonya. (mungkin suara saya suara penggila promo...wkwkwk)
Dia bertanya apakan saya tau mengenai AXA Life Indonesia?
Saya jawab kalau sekedar tau ya saya tau...
Ekh, malah menyuruh saya untuk membuka webnya dan membaca bahwa ini perusahaan resmi dan terpercaya.
Lho saya tau itu...yang saya pertanyakan bukan perusahaannya, tapi darimana manajemen mendapatkan data saya...kalau itu saja tidak bisa dijawab masa mereka menyuruh saya untuk mempercayakan asuransi kepada mereka?? (dipikir dong mas...kalo itu saja dirahasiakan, coba pikir apalagi yg bisa dirahasiakan)
Si mas tetep ngotot, dan saya juga ngotot...pokoknya selama tidak ada informasi darimana data saya didapat, saya menolak promo titik. Terimakasih.
Langsung deh saya putus telponnya. Biar si mas telemarketer tidak menyerocos lagi. Nanti ndak selesai2.
Buat mas telemarketer dan telemarketer2 lainnya, Saya selalu berusaha menanggapi tawaran dengan baik toh kalian hanya menjalankan pekerjaan. Terbukti pada telepon kali ini juga saya mendengarkan dulu penjelasan si Mas Telemarketer dengan baik selama beberapa menit.
Tapi sebagai konsumen, saya berhak memilih dan menolak to? Toh kalo menolak dan rugi yang rugi saya. Jadi jangan pake ngotot kalo menawarkan. Kalau konsumen sudah jelas menolak dan memberi alasan yang jelas ya terimalah kekalahan.
Dalam kasus ini, harusnya si mas telemarketer tinggal bilang, "baik bu kalau ibu menolak, akan saya catat dan sampaikan ke manajemen mengenai alasan ibu. Maaf karena saya tidak bisa memberi jawaban atas pertanyaan ibu."
Ya to? ya kan? soalnya beneran dia bilang nggak tau kan darimana asal data diri saya?
Nah, kali ini buat manajemen, telemarketer maupun customer service adalah pihak pertama yg langsung berhubungan dengan konsumen, jadi tentu saja mereka harus dibekali pengetahuan mengenai hal yg sering ditanyakan konsumen. Masa selama ini nggak pernah ada yg tanya dari mana perusahaan2 asuransi mendapatkan data diri mereka? Lain hal nya jika ini adalah promo lewat perusahaan tempat bekerja.
Dah ah, sekian dulu curahan uneg2 saya...mau lanjutin aktivitas lagi...
Semangat! Jangan biarkan setitik kejadian buruk mewarnai hari ini
Saya posting nomernya yak (nomer yg telpon saya maksudnya)
08111534947
Panitia Pemilihan Kecamatan...Oh Panitia Pemilihan Kecamatan
Mau share kejadian baru saja sore ini yang membuat seisi rumah geram...Saya ceritakan versi ringkasnya saja ya...
Sore ini seisi rumah sedang santai di dalam rumah...tiba-tiba terdengar suara keras dari depan rumah...sontak Papa saya waktu itu keluar dan mendapati di jalanan depan rumah sudah tergeletak ranting dan dedaunan pohon mangga dan rambutan yang patah.
Papa melihat bahwa sebuah truk dengan box tertutup yang tinggi baru saja melewati jalan depan rumah. Kontan saja Papa kesal karena pengemudi truk seakan tidak peduli dengan kerusakan yang baru ditimbulkannya.
Ternyata truk nya mau lewat lagi...tentu saja dengan papa langsung dihentikan karena tidak ingin tercipta kerusakan yang lebih parah...Ternyata itu adalah truk rombongan Panitia Pemilihan Kecamatan yang katanya akan melakukan persiapan di balai desa.
Entah bagaimana rincian pembicaraan dengan papa saya, tapi oleh salah satu Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat, Papa saya dinilai menghambat persiapan yang akan mereka lakukan.
Ya ampun plis deh pak... (biar rada gaul dikit yah..wkwkwk)
Apa Papa saya akan menghentikan truk tersebut jika tanpa alasan? (note: sudah terjadi kerusakan di depan rumah)
Apa segampang itu Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat menuduh seorang warga menghambat persiapan pemilihan? (Note: tempat tujuan PPK bisa di tempuh dari jalan lain selain jalan depan rumah...tinggal muter lewat gang sebelah...)
Mungkin memang bagi Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat pohon mangga dan rambutan yg berada didepan rumah kami itu tidak berharga...Apalah arti pohon2 tersebut bagi bapak-bapak sekalian? (Note: tiap berbuah, mangga dan rambutan itu diicipi minimal warga RT lingkungan kami lho pak)
Kami toh tidak minta supaya kerusakan itu diganti dengan mangga atau rambutan...Kami hanya minta supaya setidaknya Bapak-bapak sadar bahwa apa yg terjadi (lewatnya truk bapak) sudah menimbulkan kerusakan dipihak kami...Yah meskipun hanya berupa ranting-ranting patah dan daun berguguran...
Syukur Alhamdulillah kalau bapak-bapak mau meminta maaf atas kerusakan yang ditimbulkan (meski tidak sengaja). Apalagi kalau mau berbaik hati memungguti ranting-ranting dan dedaunan yang jatuh di jalan depan rumah kami. (mimpi kali yeeee...)
Tapi mungkin karena kerusakannya hanya berupa ranting patah dan dedaunan yang jatuh makanya bagi Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat, itu bukan lah masalah besar. Dan Papa saya yang dianggap menghambat jalannya truk tersebutlah yang lebih penting (menurut ucapan salah satu Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat).
Semoga peristiwa kali ini terjadi benar-benar karena ketidaksengajaan dan kesalahpahaman. Bukan hasil dari ego dan arogansi. Toh kita sama-sama manusia kan pak? ya kan pak?
Note: Kalau ada yang mau datang untuk menjernihkan masalah ini silahkan datang kerumah...pm saya ya...nggak usah bawa macem-macem...ntar dikira gratifikasi...cukup bawa niat baik saja...soalnya besok pagi juga itu ranting dan daun pasti sudah di sapu oleh ibu yang bersih-bersih di rumah... (di tekankan pada: "Kalau ada yang mau datang"...kalau nggak ada ya sudah...)
Ranting pohon rambutan yg patah
Ini nih penampakannya kalo truk lewat (gimana tuh daun dan ranting gak patah coba???)
Ekh...adek saya ikut ke foto...Untung tampak belakang..hehehe...
Sore ini seisi rumah sedang santai di dalam rumah...tiba-tiba terdengar suara keras dari depan rumah...sontak Papa saya waktu itu keluar dan mendapati di jalanan depan rumah sudah tergeletak ranting dan dedaunan pohon mangga dan rambutan yang patah.
Papa melihat bahwa sebuah truk dengan box tertutup yang tinggi baru saja melewati jalan depan rumah. Kontan saja Papa kesal karena pengemudi truk seakan tidak peduli dengan kerusakan yang baru ditimbulkannya.
Ternyata truk nya mau lewat lagi...tentu saja dengan papa langsung dihentikan karena tidak ingin tercipta kerusakan yang lebih parah...Ternyata itu adalah truk rombongan Panitia Pemilihan Kecamatan yang katanya akan melakukan persiapan di balai desa.
Entah bagaimana rincian pembicaraan dengan papa saya, tapi oleh salah satu Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat, Papa saya dinilai menghambat persiapan yang akan mereka lakukan.
Ya ampun plis deh pak... (biar rada gaul dikit yah..wkwkwk)
Apa Papa saya akan menghentikan truk tersebut jika tanpa alasan? (note: sudah terjadi kerusakan di depan rumah)
Apa segampang itu Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat menuduh seorang warga menghambat persiapan pemilihan? (Note: tempat tujuan PPK bisa di tempuh dari jalan lain selain jalan depan rumah...tinggal muter lewat gang sebelah...)
Mungkin memang bagi Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat pohon mangga dan rambutan yg berada didepan rumah kami itu tidak berharga...Apalah arti pohon2 tersebut bagi bapak-bapak sekalian? (Note: tiap berbuah, mangga dan rambutan itu diicipi minimal warga RT lingkungan kami lho pak)
Kami toh tidak minta supaya kerusakan itu diganti dengan mangga atau rambutan...Kami hanya minta supaya setidaknya Bapak-bapak sadar bahwa apa yg terjadi (lewatnya truk bapak) sudah menimbulkan kerusakan dipihak kami...Yah meskipun hanya berupa ranting-ranting patah dan daun berguguran...
Syukur Alhamdulillah kalau bapak-bapak mau meminta maaf atas kerusakan yang ditimbulkan (meski tidak sengaja). Apalagi kalau mau berbaik hati memungguti ranting-ranting dan dedaunan yang jatuh di jalan depan rumah kami. (mimpi kali yeeee...)
Tapi mungkin karena kerusakannya hanya berupa ranting patah dan dedaunan yang jatuh makanya bagi Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat, itu bukan lah masalah besar. Dan Papa saya yang dianggap menghambat jalannya truk tersebutlah yang lebih penting (menurut ucapan salah satu Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat).
Semoga peristiwa kali ini terjadi benar-benar karena ketidaksengajaan dan kesalahpahaman. Bukan hasil dari ego dan arogansi. Toh kita sama-sama manusia kan pak? ya kan pak?
Note: Kalau ada yang mau datang untuk menjernihkan masalah ini silahkan datang kerumah...pm saya ya...nggak usah bawa macem-macem...ntar dikira gratifikasi...cukup bawa niat baik saja...soalnya besok pagi juga itu ranting dan daun pasti sudah di sapu oleh ibu yang bersih-bersih di rumah... (di tekankan pada: "Kalau ada yang mau datang"...kalau nggak ada ya sudah...)
Daun yang berguguran
Ketika mobil dihentikan Papa (adem ya pak duduk2 dibawah pohon...sebenarnya lebih enak bagi kami kalo sekalian dibersihin pak dedaunannya yg tidak seberapa itu)
Salah satu Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat dan polisi yg menemaninya
(terlihat memberi kode agar truk tetap lewat...ckckck)
Ekh...adek saya ikut ke foto...Untung tampak belakang..hehehe...
Senin, 16 November 2015
Promo Diskon Khusus Pembelian Smartfren Andromax 4G LTE
Kalo pada postingan sebelumnya saya
menulis soal promo smartfren dimana saya mengupgrade nomer saya dan
membeli Mifi M2S...Kali ini akan saya lanjutkan dengan pembelian
Andromax Es (hasil dari Promo nomer hape smartfren jambu yg kemarin
itu)
Setelah galau hampir seminggu, akhirnya
saya gunakan juga itu promonya...hehehe...galau dong soalnya ini
pengeluaran tidak terduga...dana udah menipis cuman cukup sampe akhir
bulan...
Karena kebetulan adek juga lagi butuh
hape (hapenya rusak dan kudu di servis), akhirnya diputuskan dipake
lah itu promo.
Kemaren siang meluncur lagi lah ke
Galeri Smartfren Kaligarang (kali ini bersama adek) untuk menanyakan
soal promo tersebut. Sebenernya hape Smartfren Andromax ada 5 macem,
tapi berhubung keterbatasan dana akhirnya saya memutuskan untuk
menebus yg Andromax E. Harga aslinya sih 999rb. Tapi sedang ada promo
jadi 799rb. Dan ditambah diskon khusus yg saya dapatkan harganya jadi
599rb. Hanya saja karena program ini bertujuan mengupgrade simcard
smartfren lama saya, meski saya membeli hape andromax, saya tidak
akan mendapatkan keuntungan bonus pulsa dan kuota.
Sampai Galeri, ternyata penuh banget,
saya dilayani oleh pak satpam yg menanyakan keperluan saya.
Langsung saya tunjukkan sms yg saya dapat, tapi kata pak satpam di
customer service antriannya panjang, mau nunggu ato kembali nanti.
Karena males bolak-balik dan cuman mau tanya dulu penjelasan soal
promonya, akhirnya saya diarahkan untuk bertanya ke salah satu
pegawai yg melayani penjualan.
Setelah menunggu beberapa saat, (disana
nggak ada kursi buat nunggu jd agak gak nyaman) akhirnya ada juga
pegawai yg mejanya kosong. Langsung bertanya, langsung dijelaskan,
dan langsung memutuskan untuk membeli. Hehe...
Prosesnya agak lama sih...lebih lama
dari waktu nukerin mifi kemaren...tapi untungnya ada adek yg nemenin
jd nggak bengong sendirian.
Ini nih hape nya...Tampilannya sih
menurut saya manis juga untuk hape cewek...ukurannya yg kecil jadi
nyaman di genggam (kalo untuk saya)...
Tampak depan
Tampak samping
Tampak belakang
Soal applikasi yg terinstall ada
applikasi browser yg sering ada di hape2 cina gitu. Soal batere, saya
belum membuktikan juga awet atau enggaknya, soalnya lgsg dibawa adek
sih. Kalo soal kamera hasilnya tajam juga. Untuk dipakai nyaman, tapi
nggak biasa karena biasanya pake samsung sih jadi masih suka salah
pencet dan nyari fiturnya ada dimana ya...hehe...ketauan gapteknya...
Yak sekian sharing saya...semoga ada kesempatan untuk dapat promo2 berikutnya yaaaa...
Minggu, 08 November 2015
Masalah Kamera Samsung Galaxy Grand Prime
Samsung Galaxy Grand Prime memang
menonjol di kualitas kameranya terutama untuk penggemar selfie. Saya
sendiri sebenarnya membeli hape ini bukan untuk fitur kameranya yg
utama. Waktu itu hape Samsung Galaxy Gio saya yg sudah berumur 3
tahun lebih hilang di angkot. Hiks...
Jadi intinya waktu itu memilih Samsung
Galaxy Grand Prime karena sesuai dengan budget yg saya miliki.
Akhirnya sejak tahun lalu, resmi lah saya menggunakan hape tersebut.
Selama setahun lebih, pemakaiannya
tidak ada masalah...saya juga terkenal awet merawat barang2 saya.
Tiba-tiba seminggu yang lalu kameranya eror tidak bisa di buka.
(Sayang tidak sempat saya screenshoot notifikasi yg muncul). Hanya
saja saat itu saya sering memfoto buku-buku baru yg akan saya jual
dan menguploadnya di online store (dihyanhauri tokopedia dan
bukalapak...sekalian promosi ah...hehehe).
Mulai bingung deh...karena saya sayang
berpisah dengan hape ini...kecuali kameranya, semua fiturnya masih
baik dan prima. Di tambah lagi sudah tidak di cover garansi karena
sudah lebih dari 1 tahun. Adik saya menyarankan untuk memback up data
yg ada dan mereboot hape saya. Tapi file di data lumayan banyak dan
penting dan saya (lagi-lagi) sedang malas jadi baru sebagian yg saya
back up.
Oh ya sebelumnya sudah saya coba
restart beberapa kali tetap nggak bisa kameranya.
Nah, tadi siang saya sedang iseng ingin
mencoba kartu internet 3 saya yg terpasang di hape ke modem. Soalnya
di kartu 3 itu kuotanya masih ada sekitar 8Gb...lagi-lagi sayang kalo
cuman di taroh di hape, kagak abis-abis tuh kuotanya... Intinya, saya
mematikan hape, melepas batere, melepas sim card dan kemudian
memasangnya lagi ke hape karena ternyata sinyalnya jelek banget sampe
modemnya nggak bisa konek ke laptop. Akhirnya saya konek kan hape
saya ke laptop dengan harapan bisa saya gunakan untuk browsing di
laptop.
Muncul notifikasi koneksi sebagai
“media device” atau “camera” seperti pada screenshoot dibawah
ini.
Iseng2 saya klik yg “camera” dan saya coba buka dengan
aplikasi shotwell di laptop linux saya. Ternyata nggak bisa, akhirnya
saya forced quit shotwellnya. Trus entah kenapa saya pengen mencoba
kamera di hape, dan ternyata BISAAAA.....yeayyyy...
Saya nggak tau proses yg mana di atas
yg menyebabkan bisa lagi...Apakah dengan mematikan agak lama dan
melepas batere? Atau karena saya konekkan ke laptop sebagai kamera?
Atau karena saya forced quit shotwell saat akan menyambung ke kamera
hape? Soalnya ketiga2nya baru kali ini saya
lakukan...hehehe...ketauan banget nggak pernah utak-utik hape...
Setelah puas bersenang-senang karena
kamera bisa digunakan lagi, saya memutuskan untuk mencari informasi
cara memperbaiki yg benar dan disarankan untuk dilakukan kalau-kalau hal seperti ini
terjadi lagi (semoga aja enggak ya...cukup sekali saja lah). Setelah browsing sana sini saya mendapati blog mbak
Wiwin Pratiwanggini yg membahas permasalahan yg sama dan memberi tips
yg beliau dapat dari konsultan Samsung dan sudah di praktekkan oleh
beberapa pembaca blognya.(http://pratiwanggini.net/2015/05/restart-camera-samsung-galaxy-grand-prime/)
Ini tipsnya:
1.
Matikan handphone.
2. Tekan dan tahan secara bersamaan tombol Power + Volume Up + Home
sampai handphone bergetar.
3. Sorot “wipe cache partition” (teks warna biru) menggunakan tombol
Volume Down, lalu tekan dengan tombol Power. Di baris paling bawah akan
ada tulisan “Cache wipe complete.” (teks warna kuning).
4. Lalu lepaskan baterai handphone.
5. Kemudian pasang lagi, lalu nyalakan handphone.
6. Coba apakah kamera sudah bisa bekerja lagi. - See more at:
http://pratiwanggini.net/2015/05/restart-camera-samsung-galaxy-grand-prime/#comment-2045 P { margin-bottom: 0.08in; }
1. Matikan handphone.
2. Tekan dan
tahan secara bersamaan tombol Power + Volume Up + Home sampai
handphone bergetar.
3. Sorot “wipe cache partition” (teks warna
biru) menggunakan tombol Volume Down, lalu tekan dengan tombol Power.
Di baris paling bawah akan ada tulisan “Cache wipe complete.”
(teks warna kuning).
4. Lalu lepaskan baterai handphone.
5. Kemudian
pasang lagi, lalu nyalakan handphone.
6. Coba apakah kamera sudah
bisa bekerja lagi.
Semoga Bermanfaat
1.
Matikan handphone.
2. Tekan dan tahan secara bersamaan tombol Power + Volume Up + Home
sampai handphone bergetar.
3. Sorot “wipe cache partition” (teks warna biru) menggunakan tombol
Volume Down, lalu tekan dengan tombol Power. Di baris paling bawah akan
ada tulisan “Cache wipe complete.” (teks warna kuning).
4. Lalu lepaskan baterai handphone.
5. Kemudian pasang lagi, lalu nyalakan handphone.
6. Coba apakah kamera sudah bisa bekerja lagi. - See more at:
http://pratiwanggini.net/2015/05/restart-camera-samsung-galaxy-grand-prime/#comment-2045
Sabtu, 07 November 2015
Promo Upgrade Modem Lama Smartfren Jadi Mifi M2S 4G LTE
Tentunya sudah pada tahu dong promo besar-besaran yg di lakukan Smartfren untuk upgrade ke jaringan 4G. Nah kebetulan kali ini saya termasuk pelanggan yg cukup beruntung. kekeke...
Sebenarnya beberapa waktu yg lalu sempat ada program trade in modem lama ke Mifi 4G LTE (waktu itu yg ada baru M2Y dan M2P). Nomor saya mendapatkan beberapa kali notifikasi untuk dapat trade in modem saya (hanya berlaku untuk nomor yg mendapat notifikasi) dengan hanya membayar 199rb.
Tapi namanya juga anak kuliahan (yang hidup dari beasiswa...cieeeh), saya merasa masih agak berat mengeluarkan uang 199rb dari kocek. Apalagi modem lamanya diminta. Sayang banget berpisah dengan modem lama yg dibeli dengan uang sendiri itu...hiks...
Nah, beberapa hari yg lalu, lagi-lagi nomor modem saya itu mendapatkan notifikasi promo upgrade ke 4G LTE. Ini nih notifikasi yg muncul hampir tiap kali saya mau browsing.
Setelah dipikir2, lumayan juga promonya. Toh saya nggak rugi. Modem lama saya dulu saya beli seharga 299rb. Sedangkan harga M2Y/M2P itu 399rb. Kalau saya harus bayar 100rb ya wajarlah...untung malah, karena upgrade ke 4G dan modem lama nggak diminta.
Akhirnya meluncur ke Galeri Smartfren Kaligarang untuk tanya2 infonya dulu dan memantapkan hati untuk upgrade...(haiiiaaah...)
Sampe di Galeri Smartfren Kaligarang, di terima dengan baik oleh pegawainya di lantai 1 (lupa namanya...mas2 sih...wkwkwk)
Saya tunjukin foto diatas, sambil menanyakan kebenarannya. Maklum akhir2 ini banyak banget penipuan jadi jaga2 aja deh.
Ternyata dibenarkan adanya promo ini, dan untuk dapat diproses, sebelumnya nomor modem tersebut harus di cek apakah benar mendapatkan notifikasi. Kemudian di jelaskan lagi bahwa dengan promo ini sim card di modem lama akan di upgrade dan di pindah untuk digunakan ke Mifi. Kuotanya tetap akan sama dan ikut pindah ke kartu sim yg baru sehingga tidak akan mendapat fasilitas kuota seperti kalau beli Mifi langsung seharga 399rb.
Langsung kepikiran deh sama modem lama. Meskipun nggak diminta seperti pada promo trade in sebelumnya, berarti modem nggak bisa dipake dong meski diisi sim card baru? hiks...mulai galau...
Si Mas petugas akhirnya menjelaskan kalau untuk sementara ini masih bisa dipakai, namun entah kapan, modem lama tersebut akan di blokir otomatis oleh pihak Smartfren. Ditekankan pada kata-kata "entah kapan" ya...hehe...tetep nggak mau rugi yah saya...(ya jelas dong)
Pokoknya akhirnya saya mantapkan hati untuk upgrade. Tapi ternyata listrik sedang mati jadi nggak bisa diproses siang itu juga. Kalau mau sekarang bisa ke Galeri Smartfren di Paragon Lt.3, saran petugasnya.
Karena malas melanda dan jelas-jelas kaligarang lebih dekat rumah, akhirnya saya putuskan untuk kembali lagi saja nanti sore (Galeri Smartfren Kaligarang buka mulai 08.30- 17.00 WIB).
Jadi saya berangkat dari rumah jam 16.00 WIB dan tiba gak sampe 10 menit kemudian. Begitu masuk lgsg di sambut mas petugas yg sama dan langsung di cek apakah nomor modem yg saya bawa benar mendapatkan promo. Setelah terbukti benar, saya diarahkan untuk naik ke lantai 2 agar bisa di proses.
Ternyata promonya berbeda dari notifikasi yg saya dapat (foto di atas). Selain M2Y/M2P, ditawarkan juga untuk menebus Mifi M2S (seharga 499rb) dengan membayar 100rb...Bedanya kalau untuk menebus M2Y/M2P dengan isi ulang 100rb, kalau untuk M2S 100rb yg dibayarkan bukan untuk isi ulang.
Karena saya dari awal sudah menyiapkan uang 100rb dan sepertinya lebih bagus M2S, akhirnya saya tebus yg M2S deh...(semoga beneran lebih bagus ya...maklum gaptek sih)
Prosesnya gak ribet kok, cuman bawa modem lama untuk di cek (nanti dikembalikan kok) sama KTP untuk bukti data diri pemilik modem. Yang agak lama antrinya mungkin ya...tapi kalo dibandingin sama Grapari masih lebih lama antri di grapari kok (hehe)
Setelah proses selesai, disana sempet nyobain Mifinya dan kenceng banget...langsung deh tuh hape auto update macem-macem...(nyobain konek Mifinya ke Hape)
Trus begitu sampe rumah nyobain koneksinya lagi dan beneran kenceng buanget, baik yg di jam reguler maupun yang bonus malam (dini hari sih lebih tepatnya)...nggak nyesel deh upgrade ke 4G. Koneknya gampang dan makenya juga gampang. Tapi beberapa kali liat blog orang, pada komen kalo pemakaian pertama kali, kuota cepet banget abis. Jadi saya bener-bener hati-hati waktu make di jam reguler. Pengalaman waktu dipake donlot file sebesar 400Mb sama browsing gak jelas selama donlot (kira-kira setengah jam) kuota reguler berkurang sekitar 600Mb.
Langsung heboh sendiri karena setengah jam saja udah kepake segitu. Coba kalo pas khilaf browsing gak jelas cuman gara-gara internetnya kenceng, bisa-bisa lenyap deh tuh kuota reguler yg gak seberapa...hiks...
Akhirnya mencoba menahan diri untuk memakai yg perlu ajah di kuota reguler dan menggila di kuota malam yg sebesar 12 Gb.
Kalo harus mbandingin, dulu dengan paket kuota yg sama kalo donlot film di jam 1- jam 7 pagi paling banter cuman bisa dapet 3 doang, setelah berganti pake mifi bisa dapet 12.
Ada kelebihan pasti juga ada kekurangannya dong. Ini kekurangan yg saya rasakan selama saya menggunakan mifi 4G LTE.
1. Saya harus terus waspada saat browsing...hehe...
Pertama, kuota akan cepat habis (dulu donlot file bisa makan waktu lama saking lemotnya...karena sekarang jadi cepat gak kerasa akan donlot lagi dan lagi dan lagi dan lagi..) Baru kali ini lho kuota malam yg 12 Gb itu bisa habis biasanya selalu sisa.
Kedua, karena menggunakan baterai, jadi harus bisa memperkirakan lama waktu aktifnya mifi...bisa-bisa lagi asyik donlot, mifi mati (pernah kejadian begitu...hiks) Meski sudah ada lampu indikator baterai, saat asyik mendonlot nggak mungkin kan sering-sering lirik mifi (saya banget kalo ini). Jadi kadang ketauannya pas indikator batere sudah kedip-kedip merah, baru ribet cari colokan.
Ketiga adalah sambungan internetnya. Beberapa kali internet tidak bisa digunakan/putus meskipun tanda koneksi mifi dan laptop/hape tetap ada. Jadi tiba-tiba bisa berhenti donlot ditengah jalan atau tiba-tiba nggak bisa buka laman padahal indikator sinyal di mifi menyala biru (sinyal baik). Entah kenapa...ada yg punya pengalaman serupa? soalnya kalo modem lama, kalo sambungan internetnya putus ya indikator koneksi ke laptop akan mati juga.
2. Waktu kuota malam yg lebih pendek
Saya nggak tau ini karena memang pada jam segitu sinyal lebih jelek atau karena hal lain. Pengalaman dulu waktu masih pake modem lama, jam 01.00 WIB sudah bisa konek untuk menggunakan kuota malam dan akan berakhir jam 07.00 WIB.
Namun sejak menggunakan mifi, baru bisa konek dan digunakan untuk browsing pada pukul 01.30 WIB dan pagi harinya bisa tiba-tiba berhenti sebelum pukul 07.00 WIB. Pernah tiba-tiba internet tidak bisa digunakan pada pukul 06.00 WIB saat sedang asyik donlot (lagi-lagi...*sigh) padahal indikator di laptop masih konek sama mifi dan indikator sinyal mifi bagus.
Karena saya orang awam, saya hanya bisa menceritakan pengalaman saya saja waktu memakai Mifi M2S ini ya...jadi saya tidak melakukan review dengan detail. Semoga sharing pengalaman saya ini bisa memberikan informasi lebih buat yg baca...
NB: Ternyata nomor Hape Smartfren Jambu saya yg sudah lama tidak aktif (baru sore itu saya aktifkan kembali) juga mendapatkan promo diskon khusus untuk pembelian perangkat 4G LTE dari smartfren kalau mau meng-upgrade nomornya. Jadi saya dapat potongan harga kalau mau beli Mifi atau Smartphone 4G LTE smartfren. Lagi-lagi saya sedang mempertimbangkan mau saya tukar tambah dengan perangkat yg mana...hahaha...M2Y?M2P?Smartphone?
Sebenarnya beberapa waktu yg lalu sempat ada program trade in modem lama ke Mifi 4G LTE (waktu itu yg ada baru M2Y dan M2P). Nomor saya mendapatkan beberapa kali notifikasi untuk dapat trade in modem saya (hanya berlaku untuk nomor yg mendapat notifikasi) dengan hanya membayar 199rb.
Tapi namanya juga anak kuliahan (yang hidup dari beasiswa...cieeeh), saya merasa masih agak berat mengeluarkan uang 199rb dari kocek. Apalagi modem lamanya diminta. Sayang banget berpisah dengan modem lama yg dibeli dengan uang sendiri itu...hiks...
Nah, beberapa hari yg lalu, lagi-lagi nomor modem saya itu mendapatkan notifikasi promo upgrade ke 4G LTE. Ini nih notifikasi yg muncul hampir tiap kali saya mau browsing.
Setelah dipikir2, lumayan juga promonya. Toh saya nggak rugi. Modem lama saya dulu saya beli seharga 299rb. Sedangkan harga M2Y/M2P itu 399rb. Kalau saya harus bayar 100rb ya wajarlah...untung malah, karena upgrade ke 4G dan modem lama nggak diminta.
Akhirnya meluncur ke Galeri Smartfren Kaligarang untuk tanya2 infonya dulu dan memantapkan hati untuk upgrade...(haiiiaaah...)
Sampe di Galeri Smartfren Kaligarang, di terima dengan baik oleh pegawainya di lantai 1 (lupa namanya...mas2 sih...wkwkwk)
Saya tunjukin foto diatas, sambil menanyakan kebenarannya. Maklum akhir2 ini banyak banget penipuan jadi jaga2 aja deh.
Ternyata dibenarkan adanya promo ini, dan untuk dapat diproses, sebelumnya nomor modem tersebut harus di cek apakah benar mendapatkan notifikasi. Kemudian di jelaskan lagi bahwa dengan promo ini sim card di modem lama akan di upgrade dan di pindah untuk digunakan ke Mifi. Kuotanya tetap akan sama dan ikut pindah ke kartu sim yg baru sehingga tidak akan mendapat fasilitas kuota seperti kalau beli Mifi langsung seharga 399rb.
Langsung kepikiran deh sama modem lama. Meskipun nggak diminta seperti pada promo trade in sebelumnya, berarti modem nggak bisa dipake dong meski diisi sim card baru? hiks...mulai galau...
Si Mas petugas akhirnya menjelaskan kalau untuk sementara ini masih bisa dipakai, namun entah kapan, modem lama tersebut akan di blokir otomatis oleh pihak Smartfren. Ditekankan pada kata-kata "entah kapan" ya...hehe...tetep nggak mau rugi yah saya...(ya jelas dong)
Pokoknya akhirnya saya mantapkan hati untuk upgrade. Tapi ternyata listrik sedang mati jadi nggak bisa diproses siang itu juga. Kalau mau sekarang bisa ke Galeri Smartfren di Paragon Lt.3, saran petugasnya.
Karena malas melanda dan jelas-jelas kaligarang lebih dekat rumah, akhirnya saya putuskan untuk kembali lagi saja nanti sore (Galeri Smartfren Kaligarang buka mulai 08.30- 17.00 WIB).
Jadi saya berangkat dari rumah jam 16.00 WIB dan tiba gak sampe 10 menit kemudian. Begitu masuk lgsg di sambut mas petugas yg sama dan langsung di cek apakah nomor modem yg saya bawa benar mendapatkan promo. Setelah terbukti benar, saya diarahkan untuk naik ke lantai 2 agar bisa di proses.
Ternyata promonya berbeda dari notifikasi yg saya dapat (foto di atas). Selain M2Y/M2P, ditawarkan juga untuk menebus Mifi M2S (seharga 499rb) dengan membayar 100rb...Bedanya kalau untuk menebus M2Y/M2P dengan isi ulang 100rb, kalau untuk M2S 100rb yg dibayarkan bukan untuk isi ulang.
Karena saya dari awal sudah menyiapkan uang 100rb dan sepertinya lebih bagus M2S, akhirnya saya tebus yg M2S deh...(semoga beneran lebih bagus ya...maklum gaptek sih)
Prosesnya gak ribet kok, cuman bawa modem lama untuk di cek (nanti dikembalikan kok) sama KTP untuk bukti data diri pemilik modem. Yang agak lama antrinya mungkin ya...tapi kalo dibandingin sama Grapari masih lebih lama antri di grapari kok (hehe)
Setelah proses selesai, disana sempet nyobain Mifinya dan kenceng banget...langsung deh tuh hape auto update macem-macem...(nyobain konek Mifinya ke Hape)
Trus begitu sampe rumah nyobain koneksinya lagi dan beneran kenceng buanget, baik yg di jam reguler maupun yang bonus malam (dini hari sih lebih tepatnya)...nggak nyesel deh upgrade ke 4G. Koneknya gampang dan makenya juga gampang. Tapi beberapa kali liat blog orang, pada komen kalo pemakaian pertama kali, kuota cepet banget abis. Jadi saya bener-bener hati-hati waktu make di jam reguler. Pengalaman waktu dipake donlot file sebesar 400Mb sama browsing gak jelas selama donlot (kira-kira setengah jam) kuota reguler berkurang sekitar 600Mb.
Langsung heboh sendiri karena setengah jam saja udah kepake segitu. Coba kalo pas khilaf browsing gak jelas cuman gara-gara internetnya kenceng, bisa-bisa lenyap deh tuh kuota reguler yg gak seberapa...hiks...
Akhirnya mencoba menahan diri untuk memakai yg perlu ajah di kuota reguler dan menggila di kuota malam yg sebesar 12 Gb.
Kalo harus mbandingin, dulu dengan paket kuota yg sama kalo donlot film di jam 1- jam 7 pagi paling banter cuman bisa dapet 3 doang, setelah berganti pake mifi bisa dapet 12.
Ada kelebihan pasti juga ada kekurangannya dong. Ini kekurangan yg saya rasakan selama saya menggunakan mifi 4G LTE.
1. Saya harus terus waspada saat browsing...hehe...
Pertama, kuota akan cepat habis (dulu donlot file bisa makan waktu lama saking lemotnya...karena sekarang jadi cepat gak kerasa akan donlot lagi dan lagi dan lagi dan lagi..) Baru kali ini lho kuota malam yg 12 Gb itu bisa habis biasanya selalu sisa.
Kedua, karena menggunakan baterai, jadi harus bisa memperkirakan lama waktu aktifnya mifi...bisa-bisa lagi asyik donlot, mifi mati (pernah kejadian begitu...hiks) Meski sudah ada lampu indikator baterai, saat asyik mendonlot nggak mungkin kan sering-sering lirik mifi (saya banget kalo ini). Jadi kadang ketauannya pas indikator batere sudah kedip-kedip merah, baru ribet cari colokan.
Ketiga adalah sambungan internetnya. Beberapa kali internet tidak bisa digunakan/putus meskipun tanda koneksi mifi dan laptop/hape tetap ada. Jadi tiba-tiba bisa berhenti donlot ditengah jalan atau tiba-tiba nggak bisa buka laman padahal indikator sinyal di mifi menyala biru (sinyal baik). Entah kenapa...ada yg punya pengalaman serupa? soalnya kalo modem lama, kalo sambungan internetnya putus ya indikator koneksi ke laptop akan mati juga.
2. Waktu kuota malam yg lebih pendek
Saya nggak tau ini karena memang pada jam segitu sinyal lebih jelek atau karena hal lain. Pengalaman dulu waktu masih pake modem lama, jam 01.00 WIB sudah bisa konek untuk menggunakan kuota malam dan akan berakhir jam 07.00 WIB.
Namun sejak menggunakan mifi, baru bisa konek dan digunakan untuk browsing pada pukul 01.30 WIB dan pagi harinya bisa tiba-tiba berhenti sebelum pukul 07.00 WIB. Pernah tiba-tiba internet tidak bisa digunakan pada pukul 06.00 WIB saat sedang asyik donlot (lagi-lagi...*sigh) padahal indikator di laptop masih konek sama mifi dan indikator sinyal mifi bagus.
Karena saya orang awam, saya hanya bisa menceritakan pengalaman saya saja waktu memakai Mifi M2S ini ya...jadi saya tidak melakukan review dengan detail. Semoga sharing pengalaman saya ini bisa memberikan informasi lebih buat yg baca...
NB: Ternyata nomor Hape Smartfren Jambu saya yg sudah lama tidak aktif (baru sore itu saya aktifkan kembali) juga mendapatkan promo diskon khusus untuk pembelian perangkat 4G LTE dari smartfren kalau mau meng-upgrade nomornya. Jadi saya dapat potongan harga kalau mau beli Mifi atau Smartphone 4G LTE smartfren. Lagi-lagi saya sedang mempertimbangkan mau saya tukar tambah dengan perangkat yg mana...hahaha...M2Y?M2P?Smartphone?
Selasa, 30 Juni 2015
Salah PIlih Kuliner di Simpang Lima
Sebagai orang semarang asli, saya memang termasuk yang jarang kuliner di kota sendiri...soalnya di rumah selalu tersedia makanan jadi...kecuali ketika lagi jalan sama temen-temen, baru dehkesempatan buat kulineran...hehehe
Jadi kebayang dong ketika temen2 datang dari Jogja dan minta keliling semarang, langsung deh menyusun jadwal yang padat soalnya kurang dari 24 jam sih disemarangnya...*fiuh*
Salah satu agendanya adalah mencoba kuliner di simpang lima...Tapi dengan sekian banyak pilihan, mereka jadi bingung...saya juga bingung...hehehe...
Pokoknya akhirnya kita duduk salah satu gerai yang menjual seafood karena pengunjungnya lumayan banyak...
Tapi apa mau dikata, ternyata kami salah pilih...Gerai yang ramai itu karena semua pengunjungnya sedang menunggu pesanan yang lama buanget...hampir setengah jam lamanya kami menunggu dengan perut lapar...Tapi berhubung sudah capek juga keliling akhirnya kami nggak pindah...siapa tau makanannya emang enak...soalnya harganya lumayan mahal sih...*berpikir positif dulu
Ini gambaran harga per porsinya
nasi goreng ayam 25rb
nasi goreng udang 30rb
cap cay kuah 25rb
Harga minumannya juga agak mahal menurut saya...awalnya kami pikir karena minumannya beneran dibuat dari bahan berkualitas...misalnya harga lemon tea 8rb...ternyata hanya teh seduh biasa di beri irisan jeruk nipis...tradisional banget...
Setelah menunggu selama setengah jam (ato lebih ya?) akhire makanan datang dengan tidak serempak...nasi goreng duluan...trus hampir seperempat jam kemudian baru cap cay kuah disajikan...
Begitu makanan datang, kaget juga lihat porsinya yang besar...kalo buat cewek-cewek bisa sepiring berdua lhah...
Akhirnya kami bisa menyantap makanan yang kami pesan hampir satu jam yang lalu...minumane udah pada abis semua...td kelaperan sekarang ke hausan...hahaha
Ternyata oh ternyata...rasane kayak masakan kebanyakan lada...waow banget deh rasa ladanya...terutama di kuah cap cay nya...ampun dah...
Akhirnya kami pulang dengan kecewa karena salah pilih kuliner...tapi namane nyoba2 ya kadang dapet yang enak kadang dapet seng ndak enak...kali ini dapet seng ndak enaknya...
Dari segi servise 4 dari 10 poin, pelayane ndak care sama sekali...cuma ndeketin pas pertamakali dan pas mau nagih duit...giliran kita mau tanya masih lama ato enggak nggak ada yang lihat, lirik pun enggak...jadi makin kesel
Dari segi rasa makanan 6 dari 10 poin, gara-gara ladane kebanyakan...mosok makan lada tok? nunggune setengah jam lagi...ckckck...masakanku luweh enak malah...positifnya, dikasi porsi seafoodnya lumayan...
Nih ada foto bonnya
Kapok?
Ya kalo ke kiosnya lagi ya jelas ogah lah...kapok...
Tapi kalo mencoba di tempat lain yang kelihatannya enak...tetep dongs...kan jarang-jarang juga bisa kulineran di kota sendiri...hahaha...pecinta masakan rumah sih...
love u mom
muah
kiss&hug
Jadi kebayang dong ketika temen2 datang dari Jogja dan minta keliling semarang, langsung deh menyusun jadwal yang padat soalnya kurang dari 24 jam sih disemarangnya...*fiuh*
Salah satu agendanya adalah mencoba kuliner di simpang lima...Tapi dengan sekian banyak pilihan, mereka jadi bingung...saya juga bingung...hehehe...
Pokoknya akhirnya kita duduk salah satu gerai yang menjual seafood karena pengunjungnya lumayan banyak...
Tapi apa mau dikata, ternyata kami salah pilih...Gerai yang ramai itu karena semua pengunjungnya sedang menunggu pesanan yang lama buanget...hampir setengah jam lamanya kami menunggu dengan perut lapar...Tapi berhubung sudah capek juga keliling akhirnya kami nggak pindah...siapa tau makanannya emang enak...soalnya harganya lumayan mahal sih...*berpikir positif dulu
Ini gambaran harga per porsinya
nasi goreng ayam 25rb
nasi goreng udang 30rb
cap cay kuah 25rb
Harga minumannya juga agak mahal menurut saya...awalnya kami pikir karena minumannya beneran dibuat dari bahan berkualitas...misalnya harga lemon tea 8rb...ternyata hanya teh seduh biasa di beri irisan jeruk nipis...tradisional banget...
Setelah menunggu selama setengah jam (ato lebih ya?) akhire makanan datang dengan tidak serempak...nasi goreng duluan...trus hampir seperempat jam kemudian baru cap cay kuah disajikan...
Begitu makanan datang, kaget juga lihat porsinya yang besar...kalo buat cewek-cewek bisa sepiring berdua lhah...
Akhirnya kami bisa menyantap makanan yang kami pesan hampir satu jam yang lalu...minumane udah pada abis semua...td kelaperan sekarang ke hausan...hahaha
Ternyata oh ternyata...rasane kayak masakan kebanyakan lada...waow banget deh rasa ladanya...terutama di kuah cap cay nya...ampun dah...
Akhirnya kami pulang dengan kecewa karena salah pilih kuliner...tapi namane nyoba2 ya kadang dapet yang enak kadang dapet seng ndak enak...kali ini dapet seng ndak enaknya...
Dari segi servise 4 dari 10 poin, pelayane ndak care sama sekali...cuma ndeketin pas pertamakali dan pas mau nagih duit...giliran kita mau tanya masih lama ato enggak nggak ada yang lihat, lirik pun enggak...jadi makin kesel
Dari segi rasa makanan 6 dari 10 poin, gara-gara ladane kebanyakan...mosok makan lada tok? nunggune setengah jam lagi...ckckck...masakanku luweh enak malah...positifnya, dikasi porsi seafoodnya lumayan...
Nih ada foto bonnya
Kapok?
Ya kalo ke kiosnya lagi ya jelas ogah lah...kapok...
Tapi kalo mencoba di tempat lain yang kelihatannya enak...tetep dongs...kan jarang-jarang juga bisa kulineran di kota sendiri...hahaha...pecinta masakan rumah sih...
love u mom
muah
kiss&hug
Sabtu, 06 Juni 2015
Wisata ke Vihara Buddhagaya Watugong
Masih dalam rangkaian liburan...
Awalnya nggak rencana kesini karena temen-temen cuman liburan di Semarang kurang dari 24jam, tapi karena salah satunya request akhirnya kesampaian juga kesini di detik-detik terakhir liburan. (yeaaayyy)
Disini sepi banget...dan jauh juga dari halte bus trans semarang (hiks)...
sebelum maupun sebelum vihara...karena taunya cuman halte sebelum vihara dan itu juga cukup jauh jalannya, akhirnya coba turun halte setelah vihara...dan ternyata adalah halte pucang gading...wkwkwk...tambah jauh bangetzzz...akhirnya turun lagi deh pake angkot kuning :D
Nyampe di vihara, kita bingung pas mau masuk...soalnya nggak ada tanda apa-apa selain tanda dilarang berjualan didalam dan pemulung di larang masuk di pagar dekat pos satpam. Karena nggak jualan dan bukan pemulung, pede ajah kami masuk. Begitu masuk, ada seperti taman bermain anak (kayak jaman TK dulu). Beberapa anak muda (dan mudi) lagi bersantai di sana. Di samping taman ada jalan setapak yang mengarah pada pohon besar. Karena saya bukan ahli mengenai arti patung-patung dan bangunan disini, mungkin akan lebih banyak saya tampilkan foto ya...
Setelah pohon dan patung di tengah, akan ada tangga menuju pagoda. Cantik banget deh... Disekitar pagoda juga lebih bersih dibandingkan dengan tempat sebelumnya (sekitar pohon besar).
Karena dibeberapa tempat masih ada pohon rindang, jadi enak kalau mau istirahat. Apalagi karena tidak terlalu banyak pengunjungnya jadi tidak berdesakan, ditambah angin semilir, 5 menit istirahat aja sudah ngantuk. hehehe...
Kita juga boleh naik ke pagoda, asal menjaga kebersihan, tidak ribut dan mau melepas alas kaki (seperti masuk masjid). Di pagoda ada banyak patung-patung yang sayangnya tidak sempat saya foto satu-satu semuanya. dari atas pagoda dapat melihat kolam ikan yang di bawahnya. Ikannya besar-besar jadi seneng liatnya.
Nah, kalo capek jalan keliling disini disediakan juga minuman botol dan kaleng. Beli lho yaaaa...enggak gratis. kalo bisa pada bawa uang receh ya...soalnya minumannya murah (nggak kayak tempat wisata lain yang biasanya ngasi tarif mahal) dan mbayarnya langsung di masukin kotak kayak kotak amal gitu...jadi nggak ada kembalian...kalo pas bawanya uang puluhan ribu ya...ikhlasin ajah... :p
Turun dari pagoda ada jalan setapak menurun yang hampir nggak kelihatan. Disini ada patung budha tidur kalo mau foto.
Nah, sekian cerita jalan2 ke vihara kali ini...berhubung saya sering lewat pas malem kalo lagi ke semarang, jadi sering juga lihat sekilas pagoda saat malam hari dengan hiasan lampunya...kayaknya sih bagus, tapi belom pernah kesana malam2 karena nggak ada transportnya...hehehe...moga kesampean deh wisata kesana lagi malam2... :)
Jika ada informasi yang kurang lengkap mengenai vihara maap ya karena memang saya tidak terlalu mengetahui sejarah lengkapnya dan bukan penganut agamanya. Informasi ini sekadar sharing pengalaman liburan ajah. have fun.. :D
Awalnya nggak rencana kesini karena temen-temen cuman liburan di Semarang kurang dari 24jam, tapi karena salah satunya request akhirnya kesampaian juga kesini di detik-detik terakhir liburan. (yeaaayyy)
Disini sepi banget...dan jauh juga dari halte bus trans semarang (hiks)...
sebelum maupun sebelum vihara...karena taunya cuman halte sebelum vihara dan itu juga cukup jauh jalannya, akhirnya coba turun halte setelah vihara...dan ternyata adalah halte pucang gading...wkwkwk...tambah jauh bangetzzz...akhirnya turun lagi deh pake angkot kuning :D
Nyampe di vihara, kita bingung pas mau masuk...soalnya nggak ada tanda apa-apa selain tanda dilarang berjualan didalam dan pemulung di larang masuk di pagar dekat pos satpam. Karena nggak jualan dan bukan pemulung, pede ajah kami masuk. Begitu masuk, ada seperti taman bermain anak (kayak jaman TK dulu). Beberapa anak muda (dan mudi) lagi bersantai di sana. Di samping taman ada jalan setapak yang mengarah pada pohon besar. Karena saya bukan ahli mengenai arti patung-patung dan bangunan disini, mungkin akan lebih banyak saya tampilkan foto ya...
Setelah pohon dan patung di tengah, akan ada tangga menuju pagoda. Cantik banget deh... Disekitar pagoda juga lebih bersih dibandingkan dengan tempat sebelumnya (sekitar pohon besar).
Karena dibeberapa tempat masih ada pohon rindang, jadi enak kalau mau istirahat. Apalagi karena tidak terlalu banyak pengunjungnya jadi tidak berdesakan, ditambah angin semilir, 5 menit istirahat aja sudah ngantuk. hehehe...
Kita juga boleh naik ke pagoda, asal menjaga kebersihan, tidak ribut dan mau melepas alas kaki (seperti masuk masjid). Di pagoda ada banyak patung-patung yang sayangnya tidak sempat saya foto satu-satu semuanya. dari atas pagoda dapat melihat kolam ikan yang di bawahnya. Ikannya besar-besar jadi seneng liatnya.
Nah, kalo capek jalan keliling disini disediakan juga minuman botol dan kaleng. Beli lho yaaaa...enggak gratis. kalo bisa pada bawa uang receh ya...soalnya minumannya murah (nggak kayak tempat wisata lain yang biasanya ngasi tarif mahal) dan mbayarnya langsung di masukin kotak kayak kotak amal gitu...jadi nggak ada kembalian...kalo pas bawanya uang puluhan ribu ya...ikhlasin ajah... :p
Turun dari pagoda ada jalan setapak menurun yang hampir nggak kelihatan. Disini ada patung budha tidur kalo mau foto.
Nah, sekian cerita jalan2 ke vihara kali ini...berhubung saya sering lewat pas malem kalo lagi ke semarang, jadi sering juga lihat sekilas pagoda saat malam hari dengan hiasan lampunya...kayaknya sih bagus, tapi belom pernah kesana malam2 karena nggak ada transportnya...hehehe...moga kesampean deh wisata kesana lagi malam2... :)
Jika ada informasi yang kurang lengkap mengenai vihara maap ya karena memang saya tidak terlalu mengetahui sejarah lengkapnya dan bukan penganut agamanya. Informasi ini sekadar sharing pengalaman liburan ajah. have fun.. :D
Selasa, 19 Mei 2015
Wisata ke Sam Poo Kong
Hai...haiiiiii...
Tema blog kali ini adalah wisata...soalnya kemaren abis liburan panjang...trus temen-temen satu angkatan S2 pengen jalan2 di Semarang...
Ada beberapa tempat yang kami kunjungi seperti Sam Poo Kong, Tugu Muda, Lawang Sewu, pasar minggu pagi di deket Kalibanteng, simpang lima dan yang terakhir adalah vihara Watugong.
Sayangnya saat jalan-jalan di Tugu Muda, Lawang Sewu, Simpang lima dan pasar minggu pagi di deket Kalibanteng saya nggak foto-foto...maklum pemandangan yang saya lihat sehari-hari sih...wkwkwk...
Tapi mungkin kalau sempat saya pengen posting soal pasar minggu paginya juga...buat yang suka belanja...hihihi...ditunggu ajah yaaaaa...
Berhubung waktu itu jalan-jalannya sore-sore dan di hari libur pula, jadi Sam Poo Kong penuh dengan turis2. Sebelum masuk kita harus membayar biaya tiket sebesar 3 rb untuk turis lokal dan 10rb untuk turis asing. Sedangkan yang berkunjung untuk berdoa/sembahyang tidak perlu membeli tiket. Berhubung saya nggak sembahyang di klentengnya jadi saya nggak tau apakah waktu sembahyang dimintai biaya lagi sehingga dibebaskan uang tiket masuk atau memang dibebaskan tanpa diminta biaya apapun.
Saat pertama kali masuk, di sisi kanan akan ada toko yang menjual makanan dan minuman, pernak pernik dan tempat pendaftaran bagi yang ingin berfoto dengan kostum. Karena antriannya panjang, kami tidak jadi mendekat ke tempat pendaftaran. Di sisi kiri ada mushola dan toilet. kemudian ada jajaran kursi-kursi dibawah pohon rindang bagi yang ingin beristirahat dari teriknya panas matahari.
Setelah kursi-kursi tempat istirahat, kita akan menemui bangunan pertama yang paling dekat. Ini fotonya
Di depan bangunan tersebut, merupakan lapangan yang memisahkannya dengan deretan bangunan lain di hadapannya.
Kemudian semakin ke belakang ada gerbang dan patung.
(kayaknya foto yang ini mirrored deh...alias kebalik kanan kirinya...hehehe)
Secara keseluruhan sih, wisata kali ini biasa saja...kecuali bangunannya yang indah, saya rasa tidak terlalu istimewa...mungkin karena di beberapa bagian di tulis tanda dilarang masuk. Adanya tanda ini mungkin juga dipicu karena banyaknya wisatawan yang datang dan tentunya dapat menyebabkan tempat ibadah menjadi kotor dan sampah.
Satu lagi, ikan yang dipelihara di kolam dekat tempat ibadah kecil-kecil dan ada yang mati. Mungkin hal seperti ini perlu untuk ditindaklanjuti segera mengingat airnya memang kelihatan tidak lagi bersih.
Tapi kalau dibandingkan dengan harga tiket masuknya yang murah, ya cucok lah ya dengan tempat wisatanyaaaa...
Pengen nyoba masuk lagi pas enggak musim liburan biar nggak penuh sesak dengan wisatawan.
Ayo liburan ke Semarang
Tema blog kali ini adalah wisata...soalnya kemaren abis liburan panjang...trus temen-temen satu angkatan S2 pengen jalan2 di Semarang...
Ada beberapa tempat yang kami kunjungi seperti Sam Poo Kong, Tugu Muda, Lawang Sewu, pasar minggu pagi di deket Kalibanteng, simpang lima dan yang terakhir adalah vihara Watugong.
Sayangnya saat jalan-jalan di Tugu Muda, Lawang Sewu, Simpang lima dan pasar minggu pagi di deket Kalibanteng saya nggak foto-foto...maklum pemandangan yang saya lihat sehari-hari sih...wkwkwk...
Tapi mungkin kalau sempat saya pengen posting soal pasar minggu paginya juga...buat yang suka belanja...hihihi...ditunggu ajah yaaaaa...
Berhubung waktu itu jalan-jalannya sore-sore dan di hari libur pula, jadi Sam Poo Kong penuh dengan turis2. Sebelum masuk kita harus membayar biaya tiket sebesar 3 rb untuk turis lokal dan 10rb untuk turis asing. Sedangkan yang berkunjung untuk berdoa/sembahyang tidak perlu membeli tiket. Berhubung saya nggak sembahyang di klentengnya jadi saya nggak tau apakah waktu sembahyang dimintai biaya lagi sehingga dibebaskan uang tiket masuk atau memang dibebaskan tanpa diminta biaya apapun.
Saat pertama kali masuk, di sisi kanan akan ada toko yang menjual makanan dan minuman, pernak pernik dan tempat pendaftaran bagi yang ingin berfoto dengan kostum. Karena antriannya panjang, kami tidak jadi mendekat ke tempat pendaftaran. Di sisi kiri ada mushola dan toilet. kemudian ada jajaran kursi-kursi dibawah pohon rindang bagi yang ingin beristirahat dari teriknya panas matahari.
Setelah kursi-kursi tempat istirahat, kita akan menemui bangunan pertama yang paling dekat. Ini fotonya
Tampak samping begitu masuk
Tampak depan
Di depan bangunan tersebut, merupakan lapangan yang memisahkannya dengan deretan bangunan lain di hadapannya.
Kemudian semakin ke belakang ada gerbang dan patung.
(kayaknya foto yang ini mirrored deh...alias kebalik kanan kirinya...hehehe)
Secara keseluruhan sih, wisata kali ini biasa saja...kecuali bangunannya yang indah, saya rasa tidak terlalu istimewa...mungkin karena di beberapa bagian di tulis tanda dilarang masuk. Adanya tanda ini mungkin juga dipicu karena banyaknya wisatawan yang datang dan tentunya dapat menyebabkan tempat ibadah menjadi kotor dan sampah.
Satu lagi, ikan yang dipelihara di kolam dekat tempat ibadah kecil-kecil dan ada yang mati. Mungkin hal seperti ini perlu untuk ditindaklanjuti segera mengingat airnya memang kelihatan tidak lagi bersih.
Tapi kalau dibandingkan dengan harga tiket masuknya yang murah, ya cucok lah ya dengan tempat wisatanyaaaa...
Pengen nyoba masuk lagi pas enggak musim liburan biar nggak penuh sesak dengan wisatawan.
Ayo liburan ke Semarang
Senin, 18 Mei 2015
Pengalaman Mengurus BPJS ortu di kantor BPJS cabang Semarang (lanjutan)
wow lama banget baru menulis kelanjutannya...
maaaappp...buat yang menunggu...
soalnya yang akhirnya mengurus dengan segepok kelengkapan itu adalah papa sama adek.
Setelah di ceritain baru deh bisa menulis...tapi tentu saja cerita menjadi lebih singkat karena bukan pengalaman sendiri sih
tapi nggak papalah...lumayan buat di share...
Setelah pengalaman pertama yang tidak mengenakkan di kantor BPJS, kenyataan saat mengurus membuat tercengang...udah deh, langsung cerita ajah...
Papa dan adek (udah dibela-belain cuti nih) datang ke kantor BPJS dengan membawa semua kelengkapan pendaftaran. Akhirnya mengambil antrian yang ada di pintu belakang kantor dan ikut mengantri. Kelengkapan persyaratan di tunjukkan sebelum masuk ke dalam kantor. Karena membawa semua surat dengan lengkap (termasuk surat-surat asli) akhirnya lolos dari pemeriksaan di luar (disini surat-surat asli juga tidak dicek secara detail). Papa dan adek berpikir mungkin saja kelengkapan akan di cek secara detail saat di meja pendaftaran nanti oleh petugasnya. Saat masuk dan mengurus di dalam kantor, ternyata tidak sekalipun perlengkapan surat-surat asli ditanyakan oleh petugas pendaftaran. nah loooo...
Mulai bertanya-tanyalah...
1. Apakah petugas yang memberi pengarahan sengaja mempersulit di awal sehingga banyak pendaftar yang memilih jalan pintas dengan membayar oknum pegawai untuk menguruskan? padahal kenyataannya memang tidak perlu di periksa...
ATAU
2. Persyaratannya memang harus ada yang asli namun petugas pendaftaran yang tidak menjalankan tugasnya dengan semestinya (mestinya di cek, namun kenyataannya tidak)
Yang manapun yang benar, pada hari itu dapat disimpulkan bahwa prosesnya mudah (asal tidak dipersulit :D)
Cek persyaratan cepat, abis itu membayar, dan kartu jadi.
Terlihat sekali ya bagaimana pelayanan pegawai BPJS di cabang ini...semoga tidak terjadi di cabang2 lainnya...maksudnya, semoga dicabang lain pelayanannya lebih bagus.
Buat para petugas BPJS, saya punya beberapa saran:
1. Tolong jangan mencari nafkah dengan mempersulit orang lain...hanya supaya orang-orang minta diuruskan, lalu mempersulit persyaratan saat mereka pertama kali datang (kalau sebenarnya prosesnya mudah dan bisa diselesaikan dalam 1 kali kunjungan kenapa harus membuat mereka bolak-balik berkunjung?)
Dimana hati nurani anda?
2. Kompaklah...terlihat bagaimana manajemennya kacau...informasi yang diberikan berbeda, pelaksanaannya berbeda juga...kami masyarakat umum, yang tidak semuanya pintar seperti anda...mungkin kalau saya pintar saya sudah jadi petugas BPJS ya...(ngayal)
3. Jagalah citra BPJS...BPJS adalah program yang terkait dengan banyak sistem...proses BPJS yang tidak baik akan dikaitkan dengan sistem kesehatan negara ini juga...padahal yang berlaku jelek seperti itu hanya beberapa oknum petugas (tidak semuanya yaaaa...saya yakin dan berdoa bahwa masih ada petugas yang jujurdan berniat menjalankan tugasnya sebaik-baiknya)
Nah, begitulah akhir pengurusan BPJS ortu saya yang awalnya dipersulit dan penuh liku namun diakhiri dengan bahagia dan kartu BPJS di tangan...
NB:
Temen papa yang ikutan mengurus BPJS hari itu berkomentar bahwa prosesnya mudah (kalo tidak mengikuti proses hari pertama yang membuat emosi jiwa *lebay*) padahal dia ditawari salah satu oknum untuk diuruskan pendaftaran BPJSnya dengan tarif 100rb/orang...jadi bayangkan saja kalau seperti keluarga saya yang terdiri dari 5 orang, berarti harus mengeluarkan dana total sebesar 500rb...wow...(diluar biaya iuran BPJS ya)
Ohya, padahal info awal yang diberikan bahwa yang mengurus harus merupakan anggota keluarga dari yang akan didaftarkan...namun kenyataannnya...
Apakah ini membantu atau pura-pura membantu, silahkan temen-temen yang baca memutuskan sendiri
Akhir kata, ini sekedar pengalaman saya dan keluarga dan segala sesuatu yang saya rasakan secara pribadi...kalau ada kata-kata yang terkesan memojokkan, saya minta maap dulu...mohon dianggap sebagai kritik membangun dan masukan...kan di kritik itu nggak enak...tp demi maju ke arah yang lebih baik, kritik itu perlu...
maaaappp...buat yang menunggu...
soalnya yang akhirnya mengurus dengan segepok kelengkapan itu adalah papa sama adek.
Setelah di ceritain baru deh bisa menulis...tapi tentu saja cerita menjadi lebih singkat karena bukan pengalaman sendiri sih
tapi nggak papalah...lumayan buat di share...
Setelah pengalaman pertama yang tidak mengenakkan di kantor BPJS, kenyataan saat mengurus membuat tercengang...udah deh, langsung cerita ajah...
Papa dan adek (udah dibela-belain cuti nih) datang ke kantor BPJS dengan membawa semua kelengkapan pendaftaran. Akhirnya mengambil antrian yang ada di pintu belakang kantor dan ikut mengantri. Kelengkapan persyaratan di tunjukkan sebelum masuk ke dalam kantor. Karena membawa semua surat dengan lengkap (termasuk surat-surat asli) akhirnya lolos dari pemeriksaan di luar (disini surat-surat asli juga tidak dicek secara detail). Papa dan adek berpikir mungkin saja kelengkapan akan di cek secara detail saat di meja pendaftaran nanti oleh petugasnya. Saat masuk dan mengurus di dalam kantor, ternyata tidak sekalipun perlengkapan surat-surat asli ditanyakan oleh petugas pendaftaran. nah loooo...
Mulai bertanya-tanyalah...
1. Apakah petugas yang memberi pengarahan sengaja mempersulit di awal sehingga banyak pendaftar yang memilih jalan pintas dengan membayar oknum pegawai untuk menguruskan? padahal kenyataannya memang tidak perlu di periksa...
ATAU
2. Persyaratannya memang harus ada yang asli namun petugas pendaftaran yang tidak menjalankan tugasnya dengan semestinya (mestinya di cek, namun kenyataannya tidak)
Yang manapun yang benar, pada hari itu dapat disimpulkan bahwa prosesnya mudah (asal tidak dipersulit :D)
Cek persyaratan cepat, abis itu membayar, dan kartu jadi.
Terlihat sekali ya bagaimana pelayanan pegawai BPJS di cabang ini...semoga tidak terjadi di cabang2 lainnya...maksudnya, semoga dicabang lain pelayanannya lebih bagus.
Buat para petugas BPJS, saya punya beberapa saran:
1. Tolong jangan mencari nafkah dengan mempersulit orang lain...hanya supaya orang-orang minta diuruskan, lalu mempersulit persyaratan saat mereka pertama kali datang (kalau sebenarnya prosesnya mudah dan bisa diselesaikan dalam 1 kali kunjungan kenapa harus membuat mereka bolak-balik berkunjung?)
Dimana hati nurani anda?
2. Kompaklah...terlihat bagaimana manajemennya kacau...informasi yang diberikan berbeda, pelaksanaannya berbeda juga...kami masyarakat umum, yang tidak semuanya pintar seperti anda...mungkin kalau saya pintar saya sudah jadi petugas BPJS ya...(ngayal)
3. Jagalah citra BPJS...BPJS adalah program yang terkait dengan banyak sistem...proses BPJS yang tidak baik akan dikaitkan dengan sistem kesehatan negara ini juga...padahal yang berlaku jelek seperti itu hanya beberapa oknum petugas (tidak semuanya yaaaa...saya yakin dan berdoa bahwa masih ada petugas yang jujurdan berniat menjalankan tugasnya sebaik-baiknya)
Nah, begitulah akhir pengurusan BPJS ortu saya yang awalnya dipersulit dan penuh liku namun diakhiri dengan bahagia dan kartu BPJS di tangan...
NB:
Temen papa yang ikutan mengurus BPJS hari itu berkomentar bahwa prosesnya mudah (kalo tidak mengikuti proses hari pertama yang membuat emosi jiwa *lebay*) padahal dia ditawari salah satu oknum untuk diuruskan pendaftaran BPJSnya dengan tarif 100rb/orang...jadi bayangkan saja kalau seperti keluarga saya yang terdiri dari 5 orang, berarti harus mengeluarkan dana total sebesar 500rb...wow...(diluar biaya iuran BPJS ya)
Ohya, padahal info awal yang diberikan bahwa yang mengurus harus merupakan anggota keluarga dari yang akan didaftarkan...namun kenyataannnya...
Apakah ini membantu atau pura-pura membantu, silahkan temen-temen yang baca memutuskan sendiri
Akhir kata, ini sekedar pengalaman saya dan keluarga dan segala sesuatu yang saya rasakan secara pribadi...kalau ada kata-kata yang terkesan memojokkan, saya minta maap dulu...mohon dianggap sebagai kritik membangun dan masukan...kan di kritik itu nggak enak...tp demi maju ke arah yang lebih baik, kritik itu perlu...
Senin, 02 Maret 2015
Pengalaman Mengurus BPJS ortu di kantor BPJS cabang Semarang
Kesimpulannya adalah menyebalkan...
lho kok tiba-tiba sudah kesimpulan? jadi begini pengalaman saya...
Oh ya, berhubung background saya juga di bidang kesehatan, jadi saya juga sedikit banyak mengetahui gambaran pelaksanaannya di lapangan...(wes yg ini nanti bisa dirangkum untuk tulisan yang lain)
Saya juga peserta ASKES yg sekarang notabene berubah jd BPJS kesehatan...(pengalaman ini juga mungkin akan saya tulis di entri yang lain ya...hihihi)
Pokoknya...apapun posisi saya, saya mencoba membuka hati sama BPJS ini...nggak ada satupun yg langsung sempurna ketika pertama kali di terapkan...jadi marilah bersama-sama membuat sistem kesehatan di Indonesia menjadi lebih baik...Amin...(semoga tulisan ini dibaca sama pemegang kebijakan yaaaa...)
Berawal dari beberapa minggu yang lalu...
Papa saya minta di uruskan keanggotaan BPJS karena dari kantornya sudah beberapa bulan belum di daftarkan juga...(katanya sih kantornya mendaftarkan secara bertahap). Dan setelah mencari info dari sana sini, papa saya bisa saja mengurus BPJS mendiri dulu supaya lebih cepat jadi (tidak perlu menunggu kantor). Nanti biar kantor yang mengurus mutasi pembayaran iurannya dari mandiri ke potong gaji. Berhubung pada sibuk semua nih, akhirnya pengen mencoba fitur terbaru dari pendaftaran BPJS yg katanya lebih mudah yaitu secara online. Tapi apa mau dikata, ternyata tidak bisa dilakukan karena saya dan adik saya yang nomer 2 sudah terlebih dahulu didaftarkan oleh kantor masing-masing. Pendaftaran BPJS papa, mama dan adik saya yang bungsu harus dilakukan di cabang terdekat.
Muncul lah permasalahan pertama.
Siapa yang mau mendaftarkan? kantor BPJS hanya buka senin s/d jumat sedangkan kami juga sibuk dari senin s/d jumat...jika ingin mengurus berarti harus ada yang rela cuti. (nggak ada ya ganti rugi bagi pegawai yang mau menguruskan BPJS untuk keluarganya? minimal nggak dianggap cuti...hehe...muluk2 bener mintanya ya... :p)
Saat itulah muncul tawaran dari salah satu kenalan, sebut saja pak Kumbang (berasa reportase investigasi) yang sering menguruskan pendaftaran BPJS sehingga kartu bisa jadi dalam satu hari tanpa mengantri. Karena situasi, tergodalah saya dan papa sehingga menghubungi orang tersebut...
Muncul lagi permasalahan selanjutnya...
1. masalah kelas BPJS yang akan diambil
Kalau dilihat dari kriterianya, papa saya seharusnya membayar iuran BPJS untuk kelas 1. Tapi oleh pak Kumbang diberitahu untuk mengambil yang kelas 3 saja dengan dalih perbedaan kelas hanya muncul saat rawat inap saja dan banyak orang2 yang lebih kaya dari papa tetap mengambil iuran yang kelas 3.
Astaghfirullah...saya dan papa geleng-geleng kepala. Masih ada saja orang seperti itu...
Akhirnya papa ngeyel tetap mengambil kelas 1.
2. masalah pemilihan faskes
Saya dan papa sudah mencari di internet daftar faskes tingkat pertama di kota Semarang dan dengan beberapa pertimbangan memilih klinik dekat rumah (klinik A). Bahkan kami aktif menelpon klinik tersebut untuk memastikan pelayanan yang disediakan.
Oleh pak Kumbang, dikatakan bahwa klinik tersebut tidak terdaftar...dan di sarankan untuk ke klinik yang lain (sebut saja klinik B)....kok bisa nggak terdaftar???
Akhirnya papa penasaran dan langsung menyambangi klinik tersebut untuk meminta kejelasan. Oleh petugas klinik dijelaskan bahwa peserta BPJS di klinik tersebut masih sedikit. Papa curiga ada yang tidak beres karena pak Kumbang tidak mau menguruskan klinik A dan menganjurkan klinik B terus. Akhirnya papa mengalah dan meminta ke klinik C kalau tidak bisa di klinik A. Klinik C adalah klinik yang dipilih dari kantor papa.
Lagi-lagi pak Kumbang tidak bisa menguruskan dengan alasan di klinik tersebut sudah penuh. Akhirnya karena kesal, papa tidak jadi meminta diuruskan orang tersebut. Nanti saja kalau salah satu diantara kami ada yang cuti mengurus sesuatu, sekalian mengurus pendaftaran BPJS ke kantor cabang Semarang.
Mulailah petualangan saya hari ini...2 Maret 2015
Karena pernah melewati kantor BPJS semarang di pagi hari dan melihat antrian yang panjang hingga ke gerbang depan, saya berinisiatif untuk datang pagi. Berangkat dari rumah jam 6 pagi saya sampai jam 6.30 wib. Gerbang masih ditutup dan baru ada satu orang ibu yang antri di luar gerbang.
saya ikut mengantri bersama ibu tersebut hingga 15 menit kemudian pintu gerbang di buka oleh satpam. Satpam yang bertugas tidak mengatakan apapun sehingga kami bingung harus menunggu dimana. Akhirnya sama mampir ke pos satpam (satpam A menonton TV dan satpam B membaca koran...wow)
Saya bertanya tempat menunggu antrian dan hanya di jawab. "antri di belakang mbak. bukan lewat depan."
Akhirnya saya dan ibu tersebut menunggu di pintu belakang. Untung saja ada cleaning service yang mau melayani pertanyaan kami, bahkan memberitahu persyaratan yang harus di bawa, serta dimana saya harus mengambil formulir saat kantor sudah buka nanti (harus ke lantai 4 buat ambil formulir ternyata...kenapa? nanti saya jelaskan). Bapak cleaning service tersebut pula yang bilang bahwa yang harus ambil antrian adalah yang berkas2 pendaftarannya sudah lengkap, jadi kami (saya dan si ibu) tidak perlu ambil antrian dulu.
Jadi kami menunggu hingga jam 07.30 (katanya sih kantornya buka jam segini). Nih pengumumannya....saya foto...kenyataannyaa...saya baru naik ke lantai 4 jam 7.45 wib. Itupun masih disuruh menunggu karena petugas belum siap.
Semakin banyak orang yang datang, tapi tidak ada petugas/ satpam yang mengatur antrian, sehingga pendaftar yang datang belakangan tapi tidak punya malu ya bisa memotong antrian...sedangkan yang datang lebih awal dan berusia tua sehingga memilih untuk duduk2 dahulu malah mendapatkan antrian belakangan...*miris saya melihat hal ini...
Saat menunggu saya mengobrol juga dengan ibu2 dan bapak2 lainnya yang sudah bolak balik ke kantor BPJS karena ada persyaratan yang kurang. Saya heran dan mencari tahu persyaratan yang benar itu yang seperti apa sih...karena yang saya dapat dari web bpjs-kesehatan.go.id seperti di foto di bawah ini...
Tapi ternyata yang ada di lantai 1 kantor BPJS seperti yang di foto salah satu web seperti ini...(sabdaspace.org)
Pada kedua sumber informasi yang dapat diakses bebas diatas, tidak ada yang menyebutkan bahwa peserta harus membawa dan menunjukkan surat-surat asli. (kebayang dong banyak orang yang menyiapkan sesuai panduan di atas, akhirnya harus pulang lagi karena kurangnya informasi. Semoga ini bukan kesengajaan yaaaa...amin)
Sedangkan di lantai 4 kantor BPJS terpampang seperti ini....
Dan di cap formulir pendaftaran seperti ini...
Belum lagi saat akan mengambil formulir, kami di WAJIBkan menonton video pengarahan cara pendaftaran BPJS terlebih dahulu...di video tersebut (yang tidak di sosialisasikan di media apapun) peserta yang mendaftar harus membawa beberapa file ASLI, seperti:
1. KTP
2. KK
3. Surat Nikah
4. Buku Tabungan
Yang mana yang benar?? Saya sendiri bingung tuh yang mana...
Pokoknya, akhirnya saya ke lantai 4 dan dibagikan formulir dan menonton video. Yang saya sayangkan adalah kenapa video tersebut tidak di sosialisasikan ke masyarakat? Sehingga saat akan mengurus saya sudah paham saya harus kemana, serta step-step yang harus dilakukan. (kalo alesan petugas yang memberi pengarahan sih karena kantor BPJS cabang semarang belom punya web resmi...ya dibuat toooo...apa mau saya buatin blog nya??)
Disini ada sesi tanya jawab dengan petugas mengenai persyaratan yang harus dibawa. Karena seperti saya, banyak yang hanya membawa persyaratan sesuai petunjuk dari web resmi BPJS pusat. Peserta lain meminta keringanan sehingga fotocopy saja diperbolehkan. Petugas tersebut mengatakan bahwa tidak diperbolehkan dan peserta harus mengambil kembali surat-surat yang ASLI dan harus ditunjukkan.
dalam hati saya berpikir, enak sekali ngomongnya...nggak tau apa kalo yang mengurus ini rumahnya mungkin jauh, sudah cuti dari pekerjaan, naik angkutan umum, dll.
Akhirnya saking kesalnya, saya meminta kejelasan persyaratan yang harus dibawa karena seperti yang sudah saya tampilkan diatas, persyaratannya beda2. Malah petugas bertanya ke saya, darimana saya tau jika persyaratan fotocopy? Saya jawab "dari web BPJS.go.id mbak...masak nggak tau..."(petugas malu)
kemudian saya menanyakan kenapa tidak di sosialisasikan? jaman sudah canggih, hal seperti ini bisa di upload ke media sosial (video dan poster persyaratan) sehingga tidak menyita waktu untuk nonton dulu, ambil persyaratan yang kurang dulu, trus antri lagi. Petugas tersebut berdalih dengan alasan yang sama, bahwa belom memiliki web resmi. (ealaaaaaahhh...pegawainya lulusan sarjana toh?masak ndak ada yang bisa buat blog lah minimal...sementara gitu lho...)
Saking jengkelnya saya putuskan untuk pulang saja karena tidak ada kendaraan untuk bolak balik. Hilang sudah pagi hari saya...cuma untuk mendapati kekacauan ini. Males banget deh. Untung banyak ibu2 temen ngobrol.
Mohon untuk para petinggi dan pemegang kebijakan di kantor terkait supaya jika ada yang mau mendaftar BPJS seperti keluarga kami ini, terfasilitasi. Kami keluarga pekerja. Jatah cuti terbatas. Kalau melebihi jatah cuti, potong gaji. Pergi mengurus BPJS menghabiskan waktu, tenaga, uang transportasi. Belum lagi emosi karena harus balik lagi. Kalo begini apa ada yang peduli kerugian rakyat seperti keluarga saya? (silahkan dipikir sendiri)
Atau mungkin saya yang kuper yaaa..kurang cari informasi (saya dan puluhan orang yang tadi mengambil formulir bersama saya)
Atau mungkin saya yang nggak punya kenalan petugas/ satpam/cleaning service di kantor BPJS semarang ya? jadi info2 itu nggak nyampe ke saya...
Atau mungkin saya yang jarang main ke kantor BPJS semarang ya? (buat apa jal? emang saya kurang kerjaan?)
Wes lah, saya berdoa saja supaya keluarga saya terus diberi kesehatan sampai saya sempat menguruskan BPJS untuk keluarga saya. Amin.
Bersambung....(sampai saya sempat mengurus kembali yaaaaa...)
lho kok tiba-tiba sudah kesimpulan? jadi begini pengalaman saya...
Oh ya, berhubung background saya juga di bidang kesehatan, jadi saya juga sedikit banyak mengetahui gambaran pelaksanaannya di lapangan...(wes yg ini nanti bisa dirangkum untuk tulisan yang lain)
Saya juga peserta ASKES yg sekarang notabene berubah jd BPJS kesehatan...(pengalaman ini juga mungkin akan saya tulis di entri yang lain ya...hihihi)
Pokoknya...apapun posisi saya, saya mencoba membuka hati sama BPJS ini...nggak ada satupun yg langsung sempurna ketika pertama kali di terapkan...jadi marilah bersama-sama membuat sistem kesehatan di Indonesia menjadi lebih baik...Amin...(semoga tulisan ini dibaca sama pemegang kebijakan yaaaa...)
Berawal dari beberapa minggu yang lalu...
Papa saya minta di uruskan keanggotaan BPJS karena dari kantornya sudah beberapa bulan belum di daftarkan juga...(katanya sih kantornya mendaftarkan secara bertahap). Dan setelah mencari info dari sana sini, papa saya bisa saja mengurus BPJS mendiri dulu supaya lebih cepat jadi (tidak perlu menunggu kantor). Nanti biar kantor yang mengurus mutasi pembayaran iurannya dari mandiri ke potong gaji. Berhubung pada sibuk semua nih, akhirnya pengen mencoba fitur terbaru dari pendaftaran BPJS yg katanya lebih mudah yaitu secara online. Tapi apa mau dikata, ternyata tidak bisa dilakukan karena saya dan adik saya yang nomer 2 sudah terlebih dahulu didaftarkan oleh kantor masing-masing. Pendaftaran BPJS papa, mama dan adik saya yang bungsu harus dilakukan di cabang terdekat.
Muncul lah permasalahan pertama.
Siapa yang mau mendaftarkan? kantor BPJS hanya buka senin s/d jumat sedangkan kami juga sibuk dari senin s/d jumat...jika ingin mengurus berarti harus ada yang rela cuti. (nggak ada ya ganti rugi bagi pegawai yang mau menguruskan BPJS untuk keluarganya? minimal nggak dianggap cuti...hehe...muluk2 bener mintanya ya... :p)
Saat itulah muncul tawaran dari salah satu kenalan, sebut saja pak Kumbang (berasa reportase investigasi) yang sering menguruskan pendaftaran BPJS sehingga kartu bisa jadi dalam satu hari tanpa mengantri. Karena situasi, tergodalah saya dan papa sehingga menghubungi orang tersebut...
Muncul lagi permasalahan selanjutnya...
1. masalah kelas BPJS yang akan diambil
Kalau dilihat dari kriterianya, papa saya seharusnya membayar iuran BPJS untuk kelas 1. Tapi oleh pak Kumbang diberitahu untuk mengambil yang kelas 3 saja dengan dalih perbedaan kelas hanya muncul saat rawat inap saja dan banyak orang2 yang lebih kaya dari papa tetap mengambil iuran yang kelas 3.
Astaghfirullah...saya dan papa geleng-geleng kepala. Masih ada saja orang seperti itu...
Akhirnya papa ngeyel tetap mengambil kelas 1.
2. masalah pemilihan faskes
Saya dan papa sudah mencari di internet daftar faskes tingkat pertama di kota Semarang dan dengan beberapa pertimbangan memilih klinik dekat rumah (klinik A). Bahkan kami aktif menelpon klinik tersebut untuk memastikan pelayanan yang disediakan.
Oleh pak Kumbang, dikatakan bahwa klinik tersebut tidak terdaftar...dan di sarankan untuk ke klinik yang lain (sebut saja klinik B)....kok bisa nggak terdaftar???
Akhirnya papa penasaran dan langsung menyambangi klinik tersebut untuk meminta kejelasan. Oleh petugas klinik dijelaskan bahwa peserta BPJS di klinik tersebut masih sedikit. Papa curiga ada yang tidak beres karena pak Kumbang tidak mau menguruskan klinik A dan menganjurkan klinik B terus. Akhirnya papa mengalah dan meminta ke klinik C kalau tidak bisa di klinik A. Klinik C adalah klinik yang dipilih dari kantor papa.
Lagi-lagi pak Kumbang tidak bisa menguruskan dengan alasan di klinik tersebut sudah penuh. Akhirnya karena kesal, papa tidak jadi meminta diuruskan orang tersebut. Nanti saja kalau salah satu diantara kami ada yang cuti mengurus sesuatu, sekalian mengurus pendaftaran BPJS ke kantor cabang Semarang.
Mulailah petualangan saya hari ini...2 Maret 2015
Karena pernah melewati kantor BPJS semarang di pagi hari dan melihat antrian yang panjang hingga ke gerbang depan, saya berinisiatif untuk datang pagi. Berangkat dari rumah jam 6 pagi saya sampai jam 6.30 wib. Gerbang masih ditutup dan baru ada satu orang ibu yang antri di luar gerbang.
saya ikut mengantri bersama ibu tersebut hingga 15 menit kemudian pintu gerbang di buka oleh satpam. Satpam yang bertugas tidak mengatakan apapun sehingga kami bingung harus menunggu dimana. Akhirnya sama mampir ke pos satpam (satpam A menonton TV dan satpam B membaca koran...wow)
Saya bertanya tempat menunggu antrian dan hanya di jawab. "antri di belakang mbak. bukan lewat depan."
Akhirnya saya dan ibu tersebut menunggu di pintu belakang. Untung saja ada cleaning service yang mau melayani pertanyaan kami, bahkan memberitahu persyaratan yang harus di bawa, serta dimana saya harus mengambil formulir saat kantor sudah buka nanti (harus ke lantai 4 buat ambil formulir ternyata...kenapa? nanti saya jelaskan). Bapak cleaning service tersebut pula yang bilang bahwa yang harus ambil antrian adalah yang berkas2 pendaftarannya sudah lengkap, jadi kami (saya dan si ibu) tidak perlu ambil antrian dulu.
Jadi kami menunggu hingga jam 07.30 (katanya sih kantornya buka jam segini). Nih pengumumannya....saya foto...kenyataannyaa...saya baru naik ke lantai 4 jam 7.45 wib. Itupun masih disuruh menunggu karena petugas belum siap.
Semakin banyak orang yang datang, tapi tidak ada petugas/ satpam yang mengatur antrian, sehingga pendaftar yang datang belakangan tapi tidak punya malu ya bisa memotong antrian...sedangkan yang datang lebih awal dan berusia tua sehingga memilih untuk duduk2 dahulu malah mendapatkan antrian belakangan...*miris saya melihat hal ini...
Saat menunggu saya mengobrol juga dengan ibu2 dan bapak2 lainnya yang sudah bolak balik ke kantor BPJS karena ada persyaratan yang kurang. Saya heran dan mencari tahu persyaratan yang benar itu yang seperti apa sih...karena yang saya dapat dari web bpjs-kesehatan.go.id seperti di foto di bawah ini...
Tapi ternyata yang ada di lantai 1 kantor BPJS seperti yang di foto salah satu web seperti ini...(sabdaspace.org)
Pada kedua sumber informasi yang dapat diakses bebas diatas, tidak ada yang menyebutkan bahwa peserta harus membawa dan menunjukkan surat-surat asli. (kebayang dong banyak orang yang menyiapkan sesuai panduan di atas, akhirnya harus pulang lagi karena kurangnya informasi. Semoga ini bukan kesengajaan yaaaa...amin)
Sedangkan di lantai 4 kantor BPJS terpampang seperti ini....
Dan di cap formulir pendaftaran seperti ini...
Belum lagi saat akan mengambil formulir, kami di WAJIBkan menonton video pengarahan cara pendaftaran BPJS terlebih dahulu...di video tersebut (yang tidak di sosialisasikan di media apapun) peserta yang mendaftar harus membawa beberapa file ASLI, seperti:
1. KTP
2. KK
3. Surat Nikah
4. Buku Tabungan
Yang mana yang benar?? Saya sendiri bingung tuh yang mana...
Pokoknya, akhirnya saya ke lantai 4 dan dibagikan formulir dan menonton video. Yang saya sayangkan adalah kenapa video tersebut tidak di sosialisasikan ke masyarakat? Sehingga saat akan mengurus saya sudah paham saya harus kemana, serta step-step yang harus dilakukan. (kalo alesan petugas yang memberi pengarahan sih karena kantor BPJS cabang semarang belom punya web resmi...ya dibuat toooo...apa mau saya buatin blog nya??)
Disini ada sesi tanya jawab dengan petugas mengenai persyaratan yang harus dibawa. Karena seperti saya, banyak yang hanya membawa persyaratan sesuai petunjuk dari web resmi BPJS pusat. Peserta lain meminta keringanan sehingga fotocopy saja diperbolehkan. Petugas tersebut mengatakan bahwa tidak diperbolehkan dan peserta harus mengambil kembali surat-surat yang ASLI dan harus ditunjukkan.
dalam hati saya berpikir, enak sekali ngomongnya...nggak tau apa kalo yang mengurus ini rumahnya mungkin jauh, sudah cuti dari pekerjaan, naik angkutan umum, dll.
Akhirnya saking kesalnya, saya meminta kejelasan persyaratan yang harus dibawa karena seperti yang sudah saya tampilkan diatas, persyaratannya beda2. Malah petugas bertanya ke saya, darimana saya tau jika persyaratan fotocopy? Saya jawab "dari web BPJS.go.id mbak...masak nggak tau..."(petugas malu)
kemudian saya menanyakan kenapa tidak di sosialisasikan? jaman sudah canggih, hal seperti ini bisa di upload ke media sosial (video dan poster persyaratan) sehingga tidak menyita waktu untuk nonton dulu, ambil persyaratan yang kurang dulu, trus antri lagi. Petugas tersebut berdalih dengan alasan yang sama, bahwa belom memiliki web resmi. (ealaaaaaahhh...pegawainya lulusan sarjana toh?masak ndak ada yang bisa buat blog lah minimal...sementara gitu lho...)
Saking jengkelnya saya putuskan untuk pulang saja karena tidak ada kendaraan untuk bolak balik. Hilang sudah pagi hari saya...cuma untuk mendapati kekacauan ini. Males banget deh. Untung banyak ibu2 temen ngobrol.
Mohon untuk para petinggi dan pemegang kebijakan di kantor terkait supaya jika ada yang mau mendaftar BPJS seperti keluarga kami ini, terfasilitasi. Kami keluarga pekerja. Jatah cuti terbatas. Kalau melebihi jatah cuti, potong gaji. Pergi mengurus BPJS menghabiskan waktu, tenaga, uang transportasi. Belum lagi emosi karena harus balik lagi. Kalo begini apa ada yang peduli kerugian rakyat seperti keluarga saya? (silahkan dipikir sendiri)
Atau mungkin saya yang kuper yaaa..kurang cari informasi (saya dan puluhan orang yang tadi mengambil formulir bersama saya)
Atau mungkin saya yang nggak punya kenalan petugas/ satpam/cleaning service di kantor BPJS semarang ya? jadi info2 itu nggak nyampe ke saya...
Atau mungkin saya yang jarang main ke kantor BPJS semarang ya? (buat apa jal? emang saya kurang kerjaan?)
Wes lah, saya berdoa saja supaya keluarga saya terus diberi kesehatan sampai saya sempat menguruskan BPJS untuk keluarga saya. Amin.
Bersambung....(sampai saya sempat mengurus kembali yaaaaa...)
Langganan:
Komentar (Atom)
































