Sore ini seisi rumah sedang santai di dalam rumah...tiba-tiba terdengar suara keras dari depan rumah...sontak Papa saya waktu itu keluar dan mendapati di jalanan depan rumah sudah tergeletak ranting dan dedaunan pohon mangga dan rambutan yang patah.
Papa melihat bahwa sebuah truk dengan box tertutup yang tinggi baru saja melewati jalan depan rumah. Kontan saja Papa kesal karena pengemudi truk seakan tidak peduli dengan kerusakan yang baru ditimbulkannya.
Ternyata truk nya mau lewat lagi...tentu saja dengan papa langsung dihentikan karena tidak ingin tercipta kerusakan yang lebih parah...Ternyata itu adalah truk rombongan Panitia Pemilihan Kecamatan yang katanya akan melakukan persiapan di balai desa.
Entah bagaimana rincian pembicaraan dengan papa saya, tapi oleh salah satu Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat, Papa saya dinilai menghambat persiapan yang akan mereka lakukan.
Ya ampun plis deh pak... (biar rada gaul dikit yah..wkwkwk)
Apa Papa saya akan menghentikan truk tersebut jika tanpa alasan? (note: sudah terjadi kerusakan di depan rumah)
Apa segampang itu Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat menuduh seorang warga menghambat persiapan pemilihan? (Note: tempat tujuan PPK bisa di tempuh dari jalan lain selain jalan depan rumah...tinggal muter lewat gang sebelah...)
Mungkin memang bagi Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat pohon mangga dan rambutan yg berada didepan rumah kami itu tidak berharga...Apalah arti pohon2 tersebut bagi bapak-bapak sekalian? (Note: tiap berbuah, mangga dan rambutan itu diicipi minimal warga RT lingkungan kami lho pak)
Kami toh tidak minta supaya kerusakan itu diganti dengan mangga atau rambutan...Kami hanya minta supaya setidaknya Bapak-bapak sadar bahwa apa yg terjadi (lewatnya truk bapak) sudah menimbulkan kerusakan dipihak kami...Yah meskipun hanya berupa ranting-ranting patah dan daun berguguran...
Syukur Alhamdulillah kalau bapak-bapak mau meminta maaf atas kerusakan yang ditimbulkan (meski tidak sengaja). Apalagi kalau mau berbaik hati memungguti ranting-ranting dan dedaunan yang jatuh di jalan depan rumah kami. (mimpi kali yeeee...)
Tapi mungkin karena kerusakannya hanya berupa ranting patah dan dedaunan yang jatuh makanya bagi Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat, itu bukan lah masalah besar. Dan Papa saya yang dianggap menghambat jalannya truk tersebutlah yang lebih penting (menurut ucapan salah satu Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat).
Semoga peristiwa kali ini terjadi benar-benar karena ketidaksengajaan dan kesalahpahaman. Bukan hasil dari ego dan arogansi. Toh kita sama-sama manusia kan pak? ya kan pak?
Note: Kalau ada yang mau datang untuk menjernihkan masalah ini silahkan datang kerumah...pm saya ya...nggak usah bawa macem-macem...ntar dikira gratifikasi...cukup bawa niat baik saja...soalnya besok pagi juga itu ranting dan daun pasti sudah di sapu oleh ibu yang bersih-bersih di rumah... (di tekankan pada: "Kalau ada yang mau datang"...kalau nggak ada ya sudah...)
Daun yang berguguran
Ketika mobil dihentikan Papa (adem ya pak duduk2 dibawah pohon...sebenarnya lebih enak bagi kami kalo sekalian dibersihin pak dedaunannya yg tidak seberapa itu)
Salah satu Bapak Panitia Pemilihan Kecamatan yang Terhormat dan polisi yg menemaninya
(terlihat memberi kode agar truk tetap lewat...ckckck)
Ekh...adek saya ikut ke foto...Untung tampak belakang..hehehe...





Tidak ada komentar:
Posting Komentar